Kabupaten Jeneponto adalah salah satu Daerah Tingkat II di provinsi Sulawesi Selatan, Indonesia. Ibu kota kabupaten Jeneponto adalah Bontosunggu. Kabupaten ini memiliki luas wilayah 749,79 km2 dan berpenduduk sebanyak 330.735 jiwa.

Secara geografis, Kabupaten Jeneponto terletak di 5°23'- 5°42' Lintang Selatan dan 119°29' - 119°56' Bujur Timur. Kabupaten ini berjarak sekitar 91 Km dari Makassar. Luas wilayahnya 749,79 km2 dengan kecamatan Bangkala Barat sebagai kecamatan paling luas yaitu 152,96 km2 atau setara 20,4 persen luas wilayah Kabupaten Jeneponto. Sedangkan kecamatan terkecil adalah Arungkeke yakni seluas 29,91 km2.

Kondisi topografi Kabupaten Jeneponto pada bagian utara terdiri dari dataran tinggi dengan ketinggian 500 sampai dengan 1400 meter diatas permukaan air laut (mdpl) yang merupakan lereng pegunungan Gunung Baturape - Gunung Lompobattang. Sedangkan bagian tengah berada di ketinggian 100 sampai dengan 500 mdpl dan pada bagian selatan merupakan pesisir serta dataran rendah dengan ketinggian antara 0 sampai dengan 100 mdpl. Karena perbatasan dengan Laut Flores maka Kabupaten Jeneponto memiliki pelabuhan cukup besar yang terletak di desa Bungeng.

Pada tahun 1863, Bangkala dan Binamu dengan Laikang berpisah. Ini membuktikan jiwa patriotisme Turatea melakukan perlawanan yang sangat gigih terhadap pemerintah Kolonial Belanda. Tanggal 29 Mei 1929 adalah pengangkatan Raja Binamu . Tahun itu mulai diangkat “Todo ” sebagai lembaga adat yang refresentatif mewakili masyarakat. Tanggal 1 Mei 1959, berdasarkan Undang -undang No . 29 Tahun 1959 menetapkan terbentuknya Daerah Tingkat II di Sulawesi Selatan, dan terpisahnya Takalar dari Jeneponto. Sulawesi Selatan, dan terpisahnya Takalar dari Jeneponto.

Tanggal 1 Mei 1863, Jeneponto menjalani masa-masa yang sangat penting yaitu dilantiknya Karaeng Binamu, yang diangkat secara demokratis oleh “Toddo Appaka ” sebagai lembaga representatif masyarakat Turatea. Mundurnya Karaeng Binamu dari tahta sebagi wujud perlawanan terhadap pemerintah kolonial Belanda.

Dengan Demikian penetapan Hari Jadi Jeneponto yang disepakati oleh pakar pemerhati sejarah, peneliti, sesepuh dan tokoh masyarakat Jeneponto, dari seminar Hari jadi Jeneponto yang berlangsung pada hari Rabu, tanggal 21 Agustus 2002 di Gedung Sipitangarri, dianggap sangat tepat, dan merupakan keputusan yang dapat dipertanggungjawabkan.

Apa saja sih keindahan dan keunikan yang membuat Jeneponto wajib untuk di kunjungi jika sedang berada di tanah Sulawesi?

Kincir Angin Raksasa
Pembangkit Listrik Tenaga Bayu (PLTB) Tolo 1 menjadi destinasi wisata baru di Kabupaten Jeneponto. Lokasinya berada di tengah padang sabana dengan latar pegunungan yang hijau. Kincir angin raksasa PLTB Tolo 1 di Kabupaten Jeneponto merupakan salah satu bagian dari proyek percepatan pembangunan pembangkit 35.000 MW. Proyek tersebut juga merupakan bagian dari upaya pemerintah mencapai target bauran energi nasional 23 persen dari Energi Baru Terbarukan (EBT) pada tahun 2025.

Batu Siping
Jeneponto memiliki Batu Siping. Sebuah destinasi yang terletak di Karampuang, Desa Garassikang, Kecamatan Bangkala Barat, Kabupaten Jeneponto. Destinasi ini cukup unik karena struktur batu terbilang langkah menyerupai pesawat luar angkasa.

Bukit Sinalu Bulu Jaya
Jeneponto memiliki Bukit Sinalu Bulu Jaya. Sebuah bukit yang sangat menarik dengan hamparan rumput hijau disepanjang mata memandang. Bukit ini sering diistilahkan bukit teletubies karena karakter bukitnya yang mirip dengan bukit teletubies. Bukit ini menjadi spot destinasi wisata masyarakat sekitar karena keindahan alamnya yang sangat mengagumkan. Bukit ini terletak di Bulu Jaya, Kecamatan Bangkala Barat, Kabupaten Jeneponto.

Air Terjun Tama’lulua
Jeneponto memiliki Air Terjun Tama’lulua. Sebuah destinasi air terjun yang sangat mengagumkan dengan keindahan air terjun yang tak ada duannya. Aliran air yang mengalir deras jatuh dari ketinggian seakan menampar tebing batu yang dilaluinya. Bukan hanya airnya yang menawan namun disini kita pula dapat melihat kilauan bebatuan yang terkena cahaya matahari di pagi hari. Air terjun ini terletak di Bontomanai, Kecamatan Rumbia, Kabupaten Jeneponto.

Lembah Hijau Rumbia
Jeneponto memiliki destinasi wisata Lembah Hijau Rumbia. Sebuah destinasi wisata buatan yang menyediakan beberapa fasilitas kolam renang serta berbagai fasilitas lain yang siap memanjakan mata para pengunjung. Yang lebih uniknya lagi dari destinasi yang satu ini karena hampir semua fasilitas yang disiapkan terbuat dari bambu sehingga berada disini akan menjadikan suasana lebih artistik dan menyenangkan. Destinasi ini terletak di Tompobulu, Kecamatan Rumbia, Kabupaten Jeneponto.

Pantai Karsut
Jeneponto memiliki destinasi wisata Pantai Karsut. Sebuah pantai yang menawarkan keindahan yang eksotik. Berada di pantai ini akan membuat suasana hati semakin bahagia. Apalagi jika bersama dengan keluarga. Namun disarankan bagi pengunjung agar berkunjung di sore hari agar matahari tidak terlalu panas. Di pantai ini pengunjung dapat pula menyaksikan momen terbenamnya matahari. Pantai ini terletak di Bulusibatang, Kecamatan Bontoramba, Kabupaten Jeneponto.

Bukit Bossolo
Jeneponto memiliki destinasi wisata Bukit Bossolo. Sebuah bukit yang terletak di Bontomanai, Kecamatan Rumbia, Kabupaten Jeneponto. Bukit ini menawarkan keindahan alam yang menawan. Lingkungan yang belum terjamah menjadikan suasana di sekitar bukit ini masih alami dan sangat cocok untuk dikunjungi.

Pantai Tamarunang
Jeneponto memiliki destinasi wisata Pantai Tamarunang. Sebuah pantai yang terletak di Tamarunang, Pabiringa, Kecamatan Binamu, Kabupaten Jeneponto menyimpan keindahan yang sangat mengagumkan. Berbagai fasilitas di pantai ini tersedia yang siap memanjakan para pengunjung seperti gasebo tempat bersantai dan lorong-lorong yang dibuat unik untuk membuat kehadiran pengunjung semakin berkesan.

Pantai Garassikang
Jeneponto memiliki destinasi wisata Pantai Garasikang. Sebuah pantai yang tak berpasir dan tak memiliki bibir pantai. Hanya berupa tebing batu yang bercorak putih akan memberikan sensasi yang menarik untuk berfoto atau sekedar mengabadikan momen di pantai ini. Pantai ini terletak di Kecamatan Bangkala, Kabupaten jeneponto.

Danau Bulu Jaya
Jeneponto memiliki destinasi wisata Danau Bulu Jaya. Sebuah danau berbentuk lingkaran dengan air yang berwarna hijau toska berada diatas bukit. Danau yang menyeguhkan keindahan yang super keren. Apalagi jika dikunjungi saat musim penghujan. Danau ini terletak di Bulu Jaya, Kecamatan Bangkala Barat, Kabupaten Jeneponto.

Makam raja-raja Binamu
Jeneponto memiliki destinasi wisata Makam Raja-Raja Binamu. Sebuah makam bersejarah yang sangat cocok di kunjungi bagi penikmat wisata sejarah dan budaya. Makam ini terletak di Bontoramba, Kecamatan Bontoramba, Kabupaten Jeneponto.

Britaria Kassi
Jeneponto memiliki destinasi wisata bernama Britaria Kassi. Sebuah destinasi menarik dengan adanya dermaga yang siap mengantarkan pengunjung untuk bersantai ria ke tengah laut. Pada bagian ujung dermaga terdapat sebuah tempat yang bisa digunakan untuk bersantai. Namun disarankan jika berkunjung kesini, ada baiknya jika membawa pancing karena disini sangat cocok untuk bersantai sambil memancing ikan. Destinasi ini terletak di Tonrokassi, Kecamatan Tamalatea, Kabupaten Jeneponto.

Air Terjun Tuang Loe
Jeneponto memiliki destinasi wisata Air Terjun Tuang Loe. Sebuah air terjun yang menawarkan keindahan alami. Airnya yang deras serta struktur bebatuan yang mengelilinginya menjadi daya pikat dari destinasi ini. Meskipun jatuhnya air tidak begitu tinggi namun kondisi air akan membuat pengunjung untuk betah disini. Air terjun ini terletak di Karampuang, Desa Datara, Kecamatan Bontoramba, Kabupaten Jeneponto.

Air Terjun Musim Hujan
Jeneponto memiliki Air Terjun Musim Hujan. Sebuah air terjun yang terbilang unik karena air terjun ini hanya akan muncul di musim hujan dan akan lenyap di musim kemarau. Hal ini terjadi karena aliran air yang ada disini berasal dari air hujan. Bukan cuman itu, namun yang lebih menarik dari destinasi ini karena kondisi batu disekitaarnya yang bisa mengeluarkan kilau saat terkena sinar mentari pagi. Destinasi ini terletak di Sampean, Desa Bontotiro, Kecamatan Rumbia, Kabupaten Jeneponto

Pantai Biringkassi
Jeneponto memiliki Pantai Biring Kassi. Sebuah pantai yang dilengkapi dengan dermaga untuk bersantai dan berselfi ria. Pantai ini terletak di Jl. HV Worang, Kecamatan Binamu, Kabupaten Jeneponto.

Air Terjun Punagaya
Jeneponto memiliki Air Terjun Punagaya. Sebuah air terjun yang sangat mengagumkan dengan aliran sungai yang sangat indah. Selain pemandangannya yang alami dan eksotik, struktur bebatuan yang menjadi dinding sungai menjadi daya tarik tersendiri dari destinasi yang satu ini. Destinasi ini terltak di Desa Bontorappo, Kecamatan Tarowang, Kabupaten Jeneponto.

Pantai Ujung
Jeneponto memiliki Pantai Ujung Tiro. Sebuah pantai yang nyimpan keindahan alami. Berada disini seakan berada diluar negeri. Deretan gazebo yang super duper unik dengan beragam warna menjadi daya tarik tersendiri dari pantai ini, ditambah lagi dengan rimbunan pohon kelapa yang semakin mempercantik pantai ini. Pantai ini terletak di Perbatasan Jeneponto-Bantaeng, Desa Ujung Timur, Kabupatn Jeneponto.

Pulau Libukang
Jeneponto memiliki Pulau Libukang. Sebuah pulau yang menawarkan keindahan eksotis. Keindahan pulau ini membuat banyak pengunjung kerap berkunjung ke pulau ini untuk bersantai ria bersama keluarga. Pulau ini terletak di Dusun Palameang, Kelurahan Bontorannu, kecamatan Bangkala, Kabupaten Jeneponto.

Kabupaten Sidenreng Rappang sering disingkat dengan nama Sidrap adalah salah satu kabupaten di provinsi Sulawesi Selatan, Indonesia. Ibu kota kabupaten ini terletak di Sidenreng. Sidenreng Rappang memiliki luas wilayah 2.506,19 km2 dan berpenduduk sebanyak kurang lebih 264.955 jiwa. Kabupaten Sidenreng Rappang berjarak ± 200 km dari Makassar dan terletak di persimpangan antara jalur ke Palopo dan Toraja.

Untuk menuju daerah ini bisa menggunakan bus jurusan Palopo atau Toraja, mobil penumpang umum.
Berdasarkan Lontara’ Mula Ri Timpakenna Tana’e Ri Sidenreng, dikisahkan tentang seorang raja bernama Sangalla. Ia adalah seorang raja di Tana Toraja. Konon, Sangalla memiliki sembilan orang anak yaitu La Maddarammeng, La Wewanriru, La Togellipu, La Pasampoi, La Pakolongi, La Pababbari, La Panaungi, La Mampasessu, dan La Mappatunru. Sebagai saudara sulung, La Maddaremmeng selalu menekan dan mengintimidasi kedelapan adik-adiknya, bahkan daerah kerajaan adik-adiknya ia rampas semua. Karena semua adiknya tidak tahan lagi dengan perlakuan kakaknya, mereka pun sepakat meninggalkan Tana Toraja.

Karena perjalanan yang melelahkan, mereka kehausan lalu mencari jalan ke tepi genangan air di pinggir danau. Namun, danau itu ternyata berada di hutan yang lebat, sehingga sulit bagi mereka untuk mencapainya. Karena harus menembus semak belukar yang lebat, mereka pun sirenreng-renreng (saling berpegangan tangan). Sesampainya di sana, mereka minum sepuas-puasnya dan duduk beristirahat kemudian mandi.

Setelah itu, mereka berdiskusi bertukar pikiran tentang nasib yang mereka jalani. Akhirnya, mereka sepakat untuk bermukim di tempat itu. Di sanalah mereka memulai kehidupan baru untuk bertani, berkebun, menangkap ikan, dan beternak. Semakin hari, pengikut-pengikutnya pun semakin banyak. Tempat itulah yang kemudian dikenal “Sidenreng“, yang berasal dari kata sirenreng-renreng mencari jalan ke tepi danau, dan danau itulah yang sekarang dikenal dengan danau Sidenreng. Dari situ, terbentuk kerajaan Sidenreng.

Menurut sejarah, Sidenreng Rappang awalnya terdiri dari dua kerajaan, masing-masing Kerajaan Sidenreng dan Kerajaan Rappang. Kedua kerajaan ini sangat akrab. Begitu akrabnya, sehingga sulit ditemukan batas pemisah. Bahkan dalam urusan pergantian kursi kerajaan, keduanya dapat saling mengisi. Seringkali pemangku adat Sidenreng justru mengisi kursi kerajaan dengan memilih dari komunitas orang Rappang.

Begitu pula sebaliknya, bila kursi kerajan Rappang kosong, mereka dapat memilih dari kerajaan Sidenreng. Itu pula sebabnya, sulit untuk mencari garis pembeda dari dua kerajaan tersebut. Dialek bahasanya sama, bentuk fisiknya tidak beda, bahasa sehari-harinya juga mirip. Kalaupun ada perbedaan yang menonjol, hanya dari posisi geografisnya saja. Wilayah Rappang menempati posisi sebelah Utara, sedangkan kerajaan Sidenreng berada di bagian Selatan.

Kedua kerajaan tersebut masing-masing memiliki sistem pemerintahan sendiri. Di kerajaan Sidenreng kepala pemerintahannya bergelar Addatuang. Pada pemerintahan Addatuang, keputusan berasal dari tiga sumber yaitu, raja, pemangku adat dan rakyat. Sedangkan di Kerajaan Rappang rajanya bergelar Arung Rappang dan menyandarkan sendi pemerintahanya pada aspirasi rakyat. Demokrasi sudah terlaksana pada setiap pengambilan kebijakan.

Demokrasi bagi kerajaan Rappang adalah sesuatu yang sangat penting, salah satu bentuk demokrasinya adalah penolakan diskriminasi gender. Perbedaan gender tidak menjadi masalah, khususnya bagi kaum wanita untuk meniti karier sebagaimana layaknya kaum pria. Buktinya, adalah emansipasi wanita sudah ditunjukkan dengan seorang perempuan yang menjadi rajanya, yaitu Raja Dangku, raja kesembilan yang terkenal cerdas, jujur, dan pemberani. Wanita yang kemudian dikenal sukses menjalankan roda pemerintahan di zamannya.

Pada saat pengakuan kedaulatan republik Indonesia oleh Belanda tanggal 27 Desember 1949, berakhirlah dinasti Kerajaan Sidenreng dan Kerajaan Rappang. Setelah kemerdekaan, kerajaan Sidenreng lebih awal menunjukkan watak nasionalismenya dengan bersedia melepaskan sistem kerajaan mereka meskipun sistem itu sudah berlangsung lama, sampai 21 kali pergantian pemimpin.

Mereka memilih berubah dan menyatu dengan pola ketatanegaraan Indonesia. Kerajaan akhirnya melebur menjadi Kabupaten Sidenreng Rappang, dengan bupati pertamanya H. Andi Sapada Mapangile dan untuk pertama kalinya dalam sejarah pemerintahan Sidenreng Rappang dilakukan pemilihan umum untuk memilih bupati secara langsung pada tanggal 29 Oktober 2008 lalu.

Kabupaten Sidenreng Rappang terletak di diantara 30°43’ – 40°09’ Lintang Selatan dan 119°041’ – 120°010’ Bujur Timur. Kabupaten Sidenreng Rappang terletak pada ketinggian antara 10 m – 3.000 m dari permukaan laut (Mdpl) dengan puncak tertinggi berada di Gunung Botto Tallu (3.086 Mdpl). Keadaan Topografi wilayah di daerah ini sangat bervariasi berupa wilayah datar seluas 879.85 km² (46.72%), berbukit seluas 290.17 km² (15.43%) dan bergunung seluas 712.81 km2 (37.85%). Wilayah datar berada di bagian selatan dan barat. Wilayah perbukitan berada di bagian utara dan timur terutama di Kecamatan Pitu Riawa dan Kecamatan Pitu Riase. Di wilayah dataran rendah terdapat dua danau yaitu Danau Tempe dan Danau Sidenreng.

Pada wilayah Kabupaten Sidenreng Rappang, terdapat 38 sungai yang mengaliri berbagai Kecamatan. Di Kecamatan Panca Lautang terdapat 6 (enam) aliran sungai sepanjang 33,75 Km, Kecamatan Tellu Limpoe dengan panjang 18 Km, Kecamatan Watang Pulu dengan panjang 39 Km, Kecamatan Baranti dengan panjang 15 Km, Kecamatan Panca Rijang dengan panjang 19,55 Km, Kecamatan Kulo dengan panjang 25,7 Km, Kecamatan Maritengngae dengan panjang 5 Km, Kecamatan Dua Pitue dengan panjang 68,46 Km sehingga merupakan Kecamatan yang memiliki aliran sungai terpanjang di Kabupaten Sidenreng Rappang. Sedangkan di Kecamatan Pitu Riawa dengan panjang 7,5 Km. Sejumlah sungai besar yang ada di Kabupaten Sidenreng Rappang antara lain Sungai Bila, Sungai Bulucenrana, Sungai Betao, Sungai Sidenreng, Sungai Bulete dan lainnnya.

Di daerah ini pernah hidup seorang tokoh cendikiawan Bugis yang cukup terkenal pada masa Addatuang Sidenreng dan Addatuang Rappang Dia bukan berasal dari kalangan keluarga istana, akan tetapi kepandaiannya dalam tata hukum negara dan pemerintahan membuat namanya cukup tersohor. Sebuah tatanan hukum yang sampai saat ini masih diabadikan di Sidenreng, yaitu: Naiya Ade'e De'nakkeambo, de'to nakkeana, artinya: Sesungguhnya adat itu tidak mengenal Bapak dan tidak mengenal Anak. Kata bijaksana itu dikeluarkan Nene Mallomo' ketika dipanggil oleh Raja untuk memutuskan hukuman kepada putera Nenek Mallomo' yang mencuri peralatan bajak tetangga sawahnya.

Dalam Lontara' La Toa, Nene Mallomo' disepadankan dengan tokoh-tokoh Bugis-Makassar lainnya, seperti I Lagaligo, Puang Rimaggalatung, Kajao Laliddo dan sebagainya. Keberhasilan panen padi di Sidenreng karena ketegasan Nene Mallomo' dalam menjalankan hukum, hal ini terlihat dalam budaya masyarakat setempat dalam menentukan masa tanam melalui musyawarah yang disebut TUDANG SIPULUNG (Tudang = Duduk, Sipulung = Berkumpul atau dapat diterjemahkan sebagai suatu Musyawarah Besar) yang dihadiri oleh para Pallontara (ahli mengenai buku Lontara') dan tokoh-tokoh masyarakat adat.

Apa saja sih yang menarik sehingga Sidrap wajib di kunjungi jika berkunjung ke tanah Sulawesi?

Taman Wisata Puncak Bila
Sidrap memiliki destinasi wisata Taman Wisata Puncak Bila. Sebuah destinasi wisata yang terletak di Desa Bila Riase, Kecamatan Pitu Riase, Kabupaten Sidrap. Destinasi ini cukup menarik untuk dikunjungi karena terbilang unik dengan perpaduan antara wisata modern dan alaminya alam sekitar. Selain itu, destinasi ini juga menyediakan berbagai fasilitas menarik seperti waterboom, spot sepeda raksasa yang konon katanya terbesar di dunia, Flyng fox, serta berbagai spot dan permainan lain yang cukup menggugah hati untuk ikut bermain dan berselfi bareng.

Kincir Angin Raksasa
Sidrap memiliki Kincir Angin Raksasa. Kincir Angin ini kini menjadi ikon kota Sidrap. Meskipun Kincir Angin ini diperuntukan bukan untuk destinasi wisata, namun keindahannya membuat para pengunjung tertarik untuk berkunjung kesini. Apalagi letaknya yang berada di puncak membuat keberadaan kincir ini semakin indah ditambah lagi dengan pesona alam disekitarnya. Kincir Angin Raksasa ini terletak di Desa Mattirotasi, Kecamatan Watang Pulu, Kabupaten Sidrap.

Taman Bulgeria Art Bonsai
Sidrap memiliki Taman Bulgeria Art Bonsai. Sebuah taman yang terletak di Desa Bulo, Kecamatan Panca Rijang, Kabupaten Sidrap. Taman ini menyuguhkan pemandangan eksotis yang memikat dengan ratusan koleksi tanaman hias berupa bonsai yang siap memanjakan mata. Jumlah bonsai yang ada di taman ini berkisar 120 jenis, makanya tak lengkap rasanya jika berada di taman ini namun tidak mengabadikan momen.

Tambang Batu Allakuang
Sidrap memiliki Tambang Batu Allakuang. Sebuah tambang yang berada di gunung Allakuang Kecamatan Maritengngae, Kabupaten Sidrap. Tambang ini memiliki daya tarik dengan keindahan disekitarnya sehingga banyak pengunjung yang berkunjung kesini. Tambang batu ini menjadi lahan mata pencaharian penduduk sekitar dimana batu dari tambang ini banyak digunakan untuk dibuat bahan ukiran batu, alat rumah tangga dan kreatifitas lain yang sejenis.

Puncak Malloci Sidrap
Sidrap memiliki Puncak Mallocci. Sebuah puncak yang sebenarnya bukanlah sebuah destinasi wisata, namun karena keindahannya yang sangat eksotis sehingga banyak yang mengunjungi tempat ini sekedar mengabadikan momen sekaligus dapat menyaksikan keindahan dari atas puncak. Puncak malloci terletak Desa Buae, Kecamatan Wattang Pulu, Kabupaten Sidrap.

Trans Park Sidrap
Sidrap memiliki Trans Park. Sebuah destinasi wisata buatan yang menyediakan berbagai macam wahana permainan air. Jaraknya yang dekat dengan pusat kota membuat destinasi ini banyak dikunjungi, hanya berjarak sekitar 9,5 km dari pusat kota. Selain fasilitas yang cukup memadai, panorama alam di perbukitan yang begitu eksotis juga dijamin tidak akan mengecewakan. Destinasi wisata ini terletak di Kelurahan Lawawoi, Kecamatan Watang Pulu, Kabupaten Sidrap.

Taman Usman Isa
Sidrap memiliki Taman Usman Isa. Sebuah taman yang terletak di pusat kota berada di Jalan Ahmad Yani. Taman ini terbilang unik dengan desain yang menarik. Keunikan dari taman ini membuat pengunjung betah. Bahkan banyak pengunjung yang datang hanya sekedar mengabadikan momen.

Rumah Adat Datae
Sidrap memiliki Rumah Adat Datae. Sebuah lokasi yang memuat 11 rumah adat dari 11 kecamatan. Disini pengunjung dapat menyaksikan secara langsung bentuk dari rumah adat sekaligus beberapa peninggalan sejarah dan buadaya. Rumah adat ini terletak di Kelurahan Lawawoi, Kecamatan Watang Pulu, Kabupaten Sidrap.

Danau Sidenreng
Sidrap memiliki Danau Sidenreng. Sebuah danau yang terltak di Desa Mojong, Kecamatan Watang Sidenreng, Kabupaten Sidrap. Danau ini kerap dijadikan lokasi perlombaan perahu dayang dan juga sering digunakan sebagai tempat untuk melangsungkan upacara atau ritual adat. Di danau ini tersedia perahu kecil yang dapat di sewa oleh pengunjung jika ingin menikmati keindahan danau.

Bukit larua
Sidrap memiliki Bukit Larua. Sebuah bukit yang memiliki pemandangan yang sangat indah. Banyak hal yang dapat disaksikan dari bukit ini. Pemandangan cantik dengan rerumputan hijau alami menjadi ciri khas dari bukit ini. namun jika ingin berkunjung, disarankan untuk untuk berkunjung di pagi hari atau sore hari untuk menghindari sinar matahari. Bukit ini terletak di Larua, Pangkajenne, Kabupaten Sidrap.

Air Terjun Salu Maridi
Sidrap Memiliki Air Terjun Salu Maridi. Sebuah air terjun yang memiliki susunan air yang bertingkat menyerupai “Niagara” yang tersembunyi. Suasana alam yang begitu asri dan hembusan angin segar dari aliran air terjun membuat pengunjung akan merasa betah dan enggan untuk beranjak dari tempat ini. Air terjun ini terletak di Desa Leppangang, Kecamatan Pituriase, Kabupaten Sidrap.











Kabupaten Barru terbentuk pada tanggal 20 Februari 1960 berdasarkan Undang-Undang Nomor 229 tahun 1959 tentang pembentukan Daerah-daerah Tingkat II di Sulawesi Selatan. Kabupaten Barru terbagi dalam 7 Kecamatan yang memiliki 40 Desa dan 14 Kelurahan. Ibu kota kabupaten ini terletak di kota Barru. Kabupaten ini memiliki luas wilayah 1.174,72 km² dan berpenduduk sekitar 159.235 jiwa.

Secara geografis, Kabupaten Barru terletak pada 4°00' - 5°35' Lintang Selatan dan 199°35' - 119°49' Bujur Timur. Wilayahnya berada di bagian barat daratan Pulau Sulawesi sekitar kurang lebih 102 Km sebelah utara Kota Makassar. Kabupaten Barru mempunyai ketinggian antara 0-1.700 meter diatas permukaan laut dengan bentuk permukaan sebahagian besar daerah kemiringan berbukit hingga bergunung-gunung.

Wilayah bertopografi perbukitan hingga pegunungan berada di sebahagian besar wilayah tengah hingga timur dan selatan yang sebagiannya juga merupakan kawasan karst. Sebahagian lainnya merupakan daerah datar, landai hingga pesisir. Kabupaten Barru merupakan daerah pesisir pantai yang cukup panjang. Garis pantai mencapai 87 Km sehingga merupakan kabupaten dengan pesisir pantai terpanjang di Sulawesi Selatan.

Kabupaten Barru dahulu sebelum terbentuk adalah sebuah kerajaan kecil yang masing-masing dipimpin oleh seorang raja, yaitu: Kerajaan Berru (Barru), Kerajaan Tanete, Kerajaan Soppeng Riaja dan Kerajaan Mallusetasi.

Pada masa pemerintahan Belanda dibentuk Pemerintahan Sipil Belanda di mana wilayah Kerajaan Barru, Tanete dan Soppeng Riaja dimasukkan dalam wilayah Onder Afdelling Barru yang bernaung di bawah Afdelling Pare-pare. Sebagai kepala Pemerintahan Onder Afdelling diangkat seorang control Belanda yang berkedudukan di Barru, sedangkan ketiga bekas kerajaan tersebut diberi status sebagai Self Bestuur (Pemerintahan Kerajaan Sendiri) yang mempunyai hak otonom untuk menyelenggarakan pemerintahan sehari-hari baik terhadap eksekutif maupun dibidang yudikatif.

Apa saja sih keindahan dan keunikan yang membuat Barru wajib untuk di kunjungi jika sedang berada di tanah Sulawesi?

Celebes Canyon

Barru memiliki Celebes Canyon yang sangat menakjubkan. Perpaduan antara tebing bebatuan karst dengan aliran sungai Ule’ yang mengalir diantara celah bebatuan menghadirkan sensasi keindahan yang sangat mengagumkan. Celebes Canyon terletak di Dusun Watu, Desa Libureng, Kecamatan Tanete Riaja, Kabupaten Barru.

Sungai Salopuru


Barru memiliki destinasi wisata bernama Sunagi Salopuru. Sebuah sungai yang memiliki aliran yang sangat tenang dengan pemandangan sekitar yang sangat alami serta disekitaran sungai ini ditumbuhi dengan bunga-bunga liar yang sangat indah dan mempesona. Sungai ini terletak di Desa Kemiri, Kecamatan Balusu, Kabupaten Barru.

Hutan Pinus
Barru memiliki deretan kawasan hutan pinus yang sering disebut Lajoangin. Kawasan alami yang sangat eksotis sangat cocok sebagai tempat melepas jenuh atau menghabiskan waktu libur. Deretan pohon pinus yang menjulang tinggi menjadi ciri khas dari tempat ini dan pastinya akan membuatmu kagum. Hutan pinus Lajoangin terletak di di Desa Harapan, Tanete Riaja, Kabupaten Barru.

Lappa Laona


Barru memiliki puncak Lapppa Laona yang akan membuat kehadiranmu semakin berkesan. Lappa Laona merupakan padang rerumputan hijau yang nampak indah di daerah ketinggian. Bahkan banyak wisatawan yang mampir di sini hanya untuk menikmati area puncak yang diselimuti dengan awan di pagi hari. Sekaligus sangat cocok mendirikan tenda untuk berkemah. Lappa Laona terletak di Desa Harapan, Kecamatan Tanete Riaja, Kabupaten Barru.

Bukit Maddo

Barru memiliki Bukit Maddo. Bukit ini memiliki pemandangan yang sangat indah. Dari bukit ini teman-teman dapat menyaksikan keindahan sunrise dan sunset. Namun jika ingin berkunjung kesini, harap teman-teman menyiapkan tenaga karena perjalanan menuju ke bukit ini akan sedikit menguras tenaga dengan kondisi jalan yang menanjak. Bukit Maddo terletak di Dusun Maddo Desa Tellumpanua Kecamatan Tanete Rilau Kabupaten Barru.

Bukit Lakeppo


Barru memiliki Bukit Lakeppo. Sebuah bukit yang memiliki hamparan padang rumput yang luas. Bukan cuman itu, namun salah satu keunikan dari bukit ini karena di bukit ini terdapat sebatang pohon yang tumbuh sendiri ditengah hamparan rumput. Pohon ini sering disebut pohon jomblo karena kesendiriannya. Bukit Lakeppo terletak di Dusun Lakeppo, Desa Libureng, Kecamatan Tanete Riaja, Kabupaten Barru.

Coppo Kappire
Barru memiliki destinasi wisata bernama Coppo Kappire. Sebuah destinasi wisata yang terletak di puncak gunung. Dari puncak sini, pengunjung dapat menikmati keindahan kota Barru. Namun untuk sampai ke puncak ini, dibutuhkan waktu sekitar 2 jam. Karena itu butuh persiapan yang cukup sebelum melakukan perjalanan ke puncak ini. Coppo Kappire terletak di Dusun Pange, Desa Palakka, Kecamatan Barru, Kabupaten Barru.

Batu Mallopie


Barru memiliki destinasi wisata bernama Batu Mallopie. Hamparan bantu dengan ukuran besar berbentuk perahu. Di tambah lagi dengan keindahan alam yang tersaji dan sangat mengagumkan disekitar batu membuat pengunjung wajib mengabadikan momen di tempat ini. Batu Mallopie terletak di Desa Lompo Riaja, Kecamatan Tanete Riaja, Kabupaten Barru.

Air Terjun Waesai
Barru memiliki destinasi wisata air terjun bernama Waesai. Air terjun Waesai memiliki pemandangan alam yang mengagumkan. Namun untuk sampai ke lokasi air terjun ini pengunjung harus menyiapkan cukup tenaga karena akses jalan yang cukup menantang dan berkelok. Namun lelah akan segera terbayarkan dengan keindahan alam disekitar air terjun ini. Lingkungan yang alami serta gemercik air yang mengalir dan jatuh seakan menampar dinding tebing batu membuat pengunjung pastinya semakin betah. Air terjun Waesai terletak di Desa Lomporiaja, Kecamatan Tanate Riaja, Kabupaten Barru.

Air Terjun Manuba


Barru memiliki air terjun Manuba. Air terjun yang sangat menawan jatuh dari ketinggian kira-kira 20 meter menyentuh tebing bebatuan dengan rimbunnya pohon disekitar tebing. Suasana disekitar air terjun ini sangat alami dan mengagumkan sehingga tak ada alasan untuk tidak mengabadikan momen di air terjun ini. Air terjun Manuba terletak di Desa Manuba, Kecamatan Mallusetasi, Kabupaten Barru.

Air Terjun Batulappa

Barru memiliki air terjun Batulappa, air terjun yang sering pula disebut Air terjun Sarang Burung karena di lokasi air terjun ini akan terdengar banyak kicauan burung disekitar destinasi ini. Namun untuk sampai ke lokasi air terjun ini, pengunjung wajib menyiapkan tenaga yang cukup karena akses jalan yang sangat sulit. Namun percayalah, jika keindahan alam air terjun ini akan membuat pengunjung terdecak kagum akan eksotisnya. Air terjun ini terletak di Dusun Batulappa, Desa Tompo, Kecamatan Barru, Kabupaten Barru.

Pantai Ujung Batu

Barru memiliki destinasi wisata bernama Pantai Ujung Batu. Sebuah pantai yang indah nan sejuk membuat keberadaan pengunjung di pantai ini akan betah. Hembusan angin laut serta lekukan pantai akan membuat mata terbelalak akan keindahannya. Pantai ini terletak di Desa Sumpang Binangae, Kecamatan Barru, Kabupaten Barru.

Pantai Padongko

Barru memiliki destinasi wisata bernama Pantai Padongko. Sebuah pantai yang menyajikan keindahan yang sangat eksotis. Di pantai ini pengunjung dapat menyaksikan matahari terbenam atau sunset di sore hari. Pantai ini terletak di kawasan Bola Pitue, Kelurahan Mangngempang, Kecamatan Barru.

Pulau Dutungan


Barru memiliki destinasi wisata bernama Pulau Dutungan. Sebuah pulau yang menyajikan hamparan pasir putih serta keindahan bawah laut yang begitu menakjubkan. Pulau ini terletak di Desa Palanro, Kecamatan Mallusetasi, Kabupaten Barru.

Pulau Pannikiang
Barru memiliki destinasi wisata bernama Pulau Pannikiang atau disebut pula Pulau Kelelawar. Pulau ini disebut pulau kelelawar karena di pulau ini dihuni oleh habitat kelelawar, bahkan ada yang menyebut jika jumlah kelelawar yang menghuni pulau ini berjumlah jutaan ekor. Keindahan pulau ini membuat para pengunjung tidak hanya datang untuk menghabiskan hari libur namun pulau ini sering pula dijadikan sebagai lokasi prawedding. Pulau ini terletak di Madello, Kecamatan Barru, Kabupaten Barru.

Makanya tunggu apalagi, ayo berkunjung ke Barru.

Kabupaten Takalar merupakan sebuah kabupaten yang terbentuk pada tanggal 10 Februari 1960. Sebelumnya, Takalar sebagai Onder afdeling yang tergabung dalam daerah Swatantra Makassar bersama-sama dengan Onder afdeling Makassar, Gowa, Maros, Pangkajene Kepulauan dan Jeneponto.

Onder afdeling Takalar, membawahi beberapa district (adat gemen chap) yaitu: District Polombangkeng, District Galesong, District Topejawa, District Takalar, District Laikang, District Sanrobone. Setiap District diperintah oleh seorang Kepala Pemerintahan yang bergelar Karaeng, kecuali District Topejawa diperintah oleh Kepala Pemerintahan yang bergelar Lo’mo.

Takalar memiliki luas wilayah 566,51 km² dengan jumlah penduduk sebanyak ± 250.000 jiwa yang tersebar di sembilan kecamatan, yaitu Pattallassang, Polombangkeng Selatan, Polombangkeng Utara, Galesong, Galesong Selatan, Galesong Utara, Sanrobone, Mappakasunggu dan Manggarabombang.

Setelah terbentuknya Kabupaten Takalar, maka Districk Polombangkeng dijadikan 2 (dua) Kecamatan yaitu Kecamatan Polombangkeng Selatan dan Polombangkeng Utara, Districk Galesong dijadikan 2 (dua) Kecamatan yaitu Kecamatan Galesong Selatan dan Kecamatan Galesong Utara, Districk Topejawa, Districk Takalar, Districk Laikang dan Districk Sanrobone menjadi Kecamatan TOTALLASA (Singkatan dari Topejawa, Takalar, Laikang dan Sanrobone) yang selanjutnya berubah menjadi Kecamatan Mangarabombang dan Kecamatan Mappakasunggu.

Perkembangan selanjutnya berdasarkan Peraturan Daerah Nomor 7 Tahun 2001 terbentuk lagi sebuah Kecamatan yaitu Kecamatan Pattallassang (Kecamatan Ibu kota) dan terakhir dengan Perda Nomor 3 Tahun 2007 tanggal 27 April 2007 dan Perda Nomor 5 Tahun 2007 tanggal 27 April 2007, dua kecamatan baru terbentuk lagi yaitu Kecamatan Sanrobone (Pemekaran dari Kecamatan Mappakasunggu) dan Kecamatan Galesong (Pemekaran dari Kecamatan Galesong Selatan dan Kecamatan Galesong Utara). Sehingga dengan demikian sampai sekarang Kabupaten Takalar terdiri dari 9 (sembilan) buah Kecamatan.

Keadaan Geografi wilayah Kabupaten Takalar terdiri dari pantai, daratan dan perbukitan. Di bagian barat memiliki daerah pantai dan dataran rendah dengan kemiringan 0-3 derajat sedang ketinggian ruang bervariasi antara 0–25 m, dengan batuan penyusun geomorfologi dataran didominasi endapan alluvial, endapan rawa pantai, batu gamping, terumbu dan tufa serta beberapa tempat batuan lelehan basal.

Sebagian dari wilayah Kabupaten Takalar merupakan daerah pesisir pantai, yaitu sepanjang 74 kilometer meliputi Kecamatan Mangarabombang, Kecamatan Mappakasunggu, Kecamatan Sandro Bone, Kecamatan Galesong Selatan, Kecamatan Galesong Kota dan Kecamatan Galesong Utara. Kabupaten Takalar dilewati oleh 4 buah sungai,yaitu Sungai Jeneberang, Sungai Jenetallasa, Sungai Pamakkulu dan Sungai Jenemarrung. Pada keempat sungai tersebut telah dibuat bendungan untuk irigasi sawah seluas 13.183 Ha.

Apa saja sih yang menarik sehingga Takalar wajib di kunjungi jika menginjakkan kaki di tanah Sulawesi?

Perburuan Rusa

Takalar memiliki objek wisata perburuan rusa. Kegiatan perburuan rusa merupakan kegiatan langka dan hanya di Takalar bisa ditemukan kegiatan seperti ini. Kegiatan ini bisa ditemukan di desa Barugaya dan Ko'mara. Kegiatan ini sering dilakukan oleh para Bangsawan (Karaeng) pada hutan yang luasnya sekitar 2.000 Hektar. Setiap melakukan perburuan rusa, para Karaeng berkumpul di Baruga (Rumah Panggung) dan mempersiapkan perlengkapan berburu seperti pasukan berkuda, kentongan, dll. Dengan melihat kondisi alam yang masih alami seperti pegunungan, danau, dan hutan, maka selain berburu rusa para pengunjung dapat menikmati pemandangan alam, melakukan kegiatan memancing, memanjat tebing, dan berbagai kegiatan lainnya.

Wisata Lapris

Takalar memiliki objek wisata monumen Lapris. Monumen Lapris (Laskar Pemberontak Rakyat Sulawesi) yang dibangun di sebuah bukit didesa Bulukunyi. Destinasi ini sangat cocok dikunjungi oleh peneliti sejarah perjuangan bangsa dan para wisatawan karena pesona alam disekitar lokasi mendatangkan kesejukan tersendiri bagi pengunjung. Disamping itu, sekitar lokasi terdapat mata air yang dijadikan sebagai tempat permandian yang dikenal permandian alam saluka.

Wisata Topejawa

Takalar memiliki objek wisata Topejawa. Permandian Alam Topejawa memiliki panjang sekitar 800 meter banyak dikunjungi karena suasananya yang menyenangkan, serta panorama alamnya yang memukau dan mengagumkan.
Selain pemanfaatan sarana wisata. Pada lokasi permandian alam seperti balai-balai, baruga (rumah panggung), pelelangan ikan serta berbagai fasilitas lainnya. Pengunjung dapat melakukan berbagai aktivitas pantai seperti berenang, berjemur, olahraga pantai, membakar ikan segar, berlayar dengan perahu tradisional (balolang), dan aktivitas pantai lainnya.

Pulau Sanrobengi

Takalar memiliki objek wisata Pulau Sanrobengi. Sanrobengi adalah pulau kecil yang memiliki potensi sebagai pusat kunjungan, karena menawarkan pasir putih yang menawan, di pantai ini juga dapat dilakukan kegiatan-kegiatan laut seperti berenang, menyelam, berjemur, memancing, membakar ikan segar, dan berbagai kegiatan laut lainnya. Selain kegiatan laut, pulau Sanrobengi ditunjang oleh sarana pendukung TPI Di Desa Boddia, Kecamatan Galesong, dan dermaga lainnya.

Pulau Tanakeke

Takalar memiliki objek wisata Kepulauan Tanakeke. Kepulauan Tanakeke terdiri atas Pulau Tanakeke, Bauluang, Satanga, dan Dayang-dayangan menyimpan perpaduan objek wisata alam yaitu agrowisata, berburu/atraksi menangkap ikan, pantai dan penyelam. Pulau-pulau tersebut menyimpan keanekaragaman hayati yang unik, yaitu ikan Baronang, Biawasa, Kepiting Dato, dengan ukuran cangkangnya mencapai 25 cm, hutan bakau, padang lamun yang tumbuh di pasir putih, cocok untuk permandian alam jemur di pasir putih sambil menikmati hidangan khas bakar ikan laut, dan terumbu karangnya yang asri dan sangat cocok untuk menyelam.

Benteng Sanrobone

Takalar memiliki objek wisata Benteng Sanrobone. Benteng Sanrobone terbuat dari batu bata dan terbentuk perahu dengan panjang sekitar 3,7 km. Benteng tersebut mempunyai 7 pintu yaitu 4 pintu besar searah dengan mata angin dan 3 pintu kecil. Beberapa bukti sejarah di antaranya, Meriam dengan berat sekitar 150 kg, keris pusaka, dan makam Raja Sanrobone (kabbanga) Benteng ini menarik dikunjungi karena bernilai sejarah masa lalu mengenai keberadaan dan perjuangan Kerajaan Sanrobone di Sulawesi Selatan.

Taman Cinta Palleko

Takalar memiliki objek wisata Taman Cinta Palekko. Sebuah taman yang terletak di jalan poros dekat perbatasan Gowa tepatnya di Palleko, Polombangkeng Utara, Kabupaten Takalar. Taman ini kerap banyak di kunjungi oleh warga sekita untuk mengabadikan momen di sore hari sekaligus bersantai ria bersama sahabat atau kolega.

Pantai Bintang

Takalar memiliki objek wisata Pantai Bintang. Sebuah pantai yang menyuguhkan pemandangan sangat mempesona dilengkapi dengan beberapa kolam renang dan fasilitas lain yang akan memanjakan kehadiran para pengunjung. Pantai ini terletak di Jl.Karaeng Salamaka, Boddia, Galesong, Kabupaten Takalar.

Telaga Ko’mara

Takalar memiliki objek wisata Telaga Ko’mara. Sebuah telaga yang menawarkan seribu keindahan alam yang mempesona. Telaga ini terletak di Desa Ko’mara, Kecamatan Polongbangkeng ,Kabupaten Takalar.

Teluk Laikang

Takalar memiliki objek wisata Teluk Laikang. Sebuah teluk yang menawarkan keindahan yang sangat eksotik. Terletak di Laikang, Mangara Bombang, Kabupaten Takalar. Selain sebagai tempat bersantai, teluk ini banyak dikunjungi untuk sekedar mengabadikan momen.

Air Terjun Ko’mara

Takalar memiliki objek wisata Air Terjun Ko’Mara. Sebuah air terjun yang dapat memikat hati karena alirannya yang deras jatuh dari ketinggian dengan pesona alam sekitar yang masih alami. Air terjun ini terletak di Desa Ko’mara, Kecamatan Polobangkeng, Kabupaten Takalar.

Pantai Pokko

Takalar memiliki objek wisata Pantai Pokko. Sebuah pantai yang sangat mempesona dengan keindahan alam yang menawan. Di pantai ini pengunjung dapat menyaksikan secara langsung sunset dan sunrise dari garis pantai. Pantai ini terletak di Mappakasunggu, Kabupaten Takalar.

PPLH Puntondo

Takalar memiliki objek wisata PPLH Puntondo. Sebuah wisata lingkungan yang menyediakan beragam mangrove dengan fasilitas lengkap berupa tempat pertemuan, penginapan, dan berbagai fasilitas belajar tentang lingkungan pesisir. Destinasi ini terletak di Puntondo, Desa Laikang, Kecamatan Mangarabombang, Kabupaten Takalar.

Pantai Punaga

Takalar memiliki objek wisata Pantai Punaga. Sebuah pantai yang menawarkan view menarik dengan keindahan alam berupa tebing-tebing batu yang menjulur ke laut. Meskipun pantai ini tidak menyajikan pasir di bibir pantai tetap indah dan mengagumkan. Pantai ini juga kerap dijadikan sebagai objek shooting beberapa film lokal. Pantai ini terletak di Punaga, Kecamatan Mangara Bombang, Kabupaten Takalar.

Pantai Sampulungan

Takalar memiliki objek wisata Pantai Sampulungan. Pantai ini menawarkan berjuta keindahan dengan fasilitas kolam renang serta gasebo-gasebo yang sangat pas untuk jadi tempat bersantai. Pantai ini tak hanya baik dikunjungi di pagi hari namun pantai ini pun sangat baik dikunjungi di sore hari agar dapat menyaksikan momen sunset dari bibir pantai. Pantai ini terletak di JL. Sampulungan, Bulukunyi, Polombangkeng Sel., Kabupaten Takalar.

Taman Wisata Rita

Takalar memiliki objek wisata Taman Wisata Rita. Sebuah taman wisata yang kerab dikunjungi oleh para wisatawan untuk berendam di kolam dengan airnya yang sangat jernih. Taman wisata ini tidak hanya menyediakan fasilitas kolam namun beberapa fasilitas penunjang pun tersedia yang siap memanjangan kehadiran pengunjung. Taman wisata ini terletak di Dusun Rita, Bonto Kanang, Galesong Selatan, Kabupaten Takalar.

Takalar Beach Waterboom

Takalar memiliki objek wisata Beach Waterboom. Sebuah taman wisata yang menyediakan berbagai fasilitas berupa kolam renang serta dilengkapi dengan berbagai macam fasilitas bermain lainnya. Wisata ini terletak di Dusun Rita, Bonto Kanang, Galesong Selatan, Kabupaten Takalar.
Diberdayakan oleh Blogger.