Akbarpost/Bulan ramadhan sebentar lagi akan tiba, selain beribadah terkadang kita banyak disibukkan untuk menyiapkan hidangan disaat waktu berbuka. Wah,, tak sabar lagi nih menanti momen saat berbuka puasa apalagi jika bareng sanak keluarga. Kira-kira hidangan apa yah yang paling dicari saat bulan ramadhan ? Yuk kita lihat kue khas yang paling dicari saat berbuka puasa.

1. Jalangkote

Jalangkote menjadi makanan ringan kuliner khas Makassar yang paling dicari saat berbuka, bentuknya serupa dengan kue pastel. Bedanya cuman terletak pada kulitnya yang tebal serta sambelnya. Kue pastel memiliki kulit yang lebih tebal dibandingkan jalangkote dan bila pastel dimakan bersama cabe rawit, jalangkote dimakan bersama sambal cair campuran cuka dan cabe.

Jalangkote memiliki isi wortel dan kentang yang dipotong seperti dadu, tauge, serta laksa yang ditumis dengan menggunakan bawang putih, bawang merah, merica, dan bumbu-bumbu lainnya. Beberapa jalangkote menambahkan seperempat atau setengah telur rebus dan daging cincang untuk isinya. Kulit jalangkote terbuat dari bahan dasar tepung terigu, telur, santan, mentega, dan garam.

Saat ini jajanan yang satu ini sudah bisa ditemukan dimana saja. Dulunya gorengan khas Makassar ini hanya dijajakan oleh anak kecil yang berjualan keliling dari rumah ke rumah sambil berjalan kaki. Hal inilah yang menyebabkan gorengan tersebut diberi nama Jalangkote. 'jalang' yang berarti jalan dan “kote'” yang berarti berkotek-kotek atau teriak.

2. Bakwan
Kue yang kedua yakni bakwan, masih berasal dari kelas gorengan. Bakwan merupakan makanan gorengan yang terbuat dari sayuran dan tepung terigu. Bakwan biasanya merujuk kepada kudapan gorengan sayur-sayuran yang biasa dijual oleh penjaja keliling. Bahannya terdiri dari taoge, irisan kubis (kol) atau irisan wortel, dicampur dalam adonan tepung terigu dan digoreng dalam minyak goreng yang cukup banyak. Di Jawa Barat bakwan disebut 'bala-bala', di Jawa Tengah terutama daerah Pati disebut Pia-pia. Bakwan mirip dengan masakan Jepang yasai tenpura (tempura sayur).

Bakwan sebenarnya berasal dari Tiongkok yang terlihat jelas pada kata Bak yang berarti Daging. Hal ini serupa dengan makanan lain yang memiliki asal yang sama seperti Bakpao (Roti isi Daging), Bakso (Bola Daging), Bakmi (Mie Daging), Bakpia (Kue daging kacang hijau), Bacang (Makanan Daging Cacah).

Pada saat terjadi perdagangan dan pertukaran budaya di Indonesia, resep makanan pun saling berbaur sehingga mempengaruhi masakan tradisional saat itu. penggunaan kata Bak sendiri sampai sekarang masih digunakan meskipun Bakwan tidak lagi berisi daging atau udang.

3. Pallu Butung
Pallu Butung merupakan hidangan khas Makassar yang terbuat dari potongan pisang dengan paduan ‘bubur’ putih dari tepung beras plus santan segar, pandan dan gula. Namun dibulan ramadhan biasanya ditambahakan sirup DHT agar semakin mantap. seluk beluk serta asal muasal hidangan ini belum diketahui banyak orang, sebab tak ada literasi yang menceritakan sejarahnya. Dari segi penamaan ‘Pallu Butung’ dalam bahasa Indonesia berarti ‘masakan Buton’. Pallu dalam bahasa daerah Makassar berarti ‘Masakan – olahan’, sementara ‘Butung’ adalah penyebutan masyarakat Bugis-Makassar terhadap daerah dan masyarakat Buton. Jadi secara umum, Pallu Butung diartikan sebagai ‘masakan atau olahan Buton’.

Lalu apakah kuliner lezat ini berasal dari Buton? belum ada literatur tertulis dan lisan yang menyebut hal itu. Demikian halnya dengan beberapa olahan kudapan di Buton juga teramat jarang dijumpai ‘kue’ jenis ini, sebut saja di acara-acara ‘haroa’ di Buton, yang tersedia adalah kudapan setengah kering hingga kering; sejenis cucur, onde-onde, baruasa, pisang goreng (sanggara), putu dan lain sebagainya.

4. Pisang Ijo
Pisang ijo atau es pisang ijo merupakan makanan khas Makassar yang terbuat dari bahan utama pisang yang dibalut dengan adonan tepung berwarna hijau kemudian dikukus menggunakan dandan. Makanan ini juga sangat di gemari karena rasanya yang nikmat dan memikat apalagi jika disantap saat berbuka puasa. Untuk penamaan dari pisang ijo sendiri pun masih belum jelas hanya saja menurut informasi yang beredar ternyata penamaan pisang ijo sendiri berasal dari sebuah cerita rakyat.

Alkisah, ada seorang raja yang dikenal karena kejam dan tanpa belas kasih. Karenanya tidak ada satupun warga yang berani melawan perintah. Pada suatu hari, salah satu juru masak kerjaan bernama Ijo, melakukan sebuah kesalahan fatal. Makanannya ternyata tidak dapat diterima lidah sang raja.

Hingga kemudian sang raja naik pitam dan mengancam menghukum mati juru masak tersebut di depan rakyat. Tak kehabisan akal, juru masak itu segera mengajukan sebuah penawaran menarik kepada sang raja. Mengetahui sang raja sangat menyukai pisang, maka Ijo pun menawarkan untuk membuat sebuah resep olahan pisang terlezat kepadanya. Tawaran diterima. Ijo kemudian membuat kudapan pisang dengan balutan tepung berwarna hijau disajikan bersama kuah fla yang kental dan gurih.

Tak disangka, sang raja sangat menyukai olahan pisang ijo tersebut. Ijo pun selamat dari hukumannya. Sebagai penghormatan, menu tersebut kemudian diberi nama Pisang Ijo oleh sang raja. Namun namanya juga cerita rakyat kebenarannya belum bisa dipastikan.

5. Dadar Gulung
Dadar Gulung merupakan makanan khas Indonesia dan Malaysia yang dapat digolongkan sebagai pancake yang diisi dengan parutan kelapa yang dicampur dengan gula jawa cair. Isi ini disebut unti. Penyebutan nama Dadar Gulung ini berbeda pada beberapa daerah diantaranya dalam bahasa Malaysia adalah Kuih Ketayap dan Kuih Lenggang. Kulit Dadar Gulung berwarna hijau karena diberi pewarna daun suji.

Dadar Gulung berawal dari Orang Romawi yang mengenalinya dengan sebutan Pancake. Pancake merupakan makanan populer di Eropa sejak tahun 1430 M. Di Eropa, Pancake dikenal sebagai makanan khas orang timur. Pada perkembangannya juga makanan ini di adopsi oleh negara lain. Di Jerman dinamakan pfannkuchen. Di Perancis dinamakan Crepes, dan di Amerika dinamakan Nohehick.

Akbarpost/Soppeng terletak pada depresiasi sungai Walanae yang terdiri dari daratan dan perbukitan dengan luas daratan ± 700 km² serta berada pada ketinggian rata-rata antara 100-200 m di atas permukaan laut. Luas daerah perbukitan Soppeng kurang lebih 800 km² dan berada pada ketinggian rata-rata 200 m di atas permukaan laut. Ibu kota Kabupaten Soppeng adalah kota Watansoppeng yang berada pada ketinggian 120 m di atas permukaan laut. Kabupaten Soppeng tidak memiliki wilayah pantai. Wilayah perairan hanya sebagian dari Danau Tempe.

Soppeng adalah sebuah kota kecil di mana dalam buku-buku lontara terdapat catatan tentang raja-raja yang pernah memerintah sampai berakhirnya status daerah Swapraja, satu hal menarik sekali dalam lontara tersebut bahwa jauh sebelum terbentuknya kerajaan Soppeng, telah ada kekuasaan yang mengatur daerah Soppeng, yaitu sebuah pemerintahan berbentuk demokrasi karena berdasar atas kesepakatan 60 pemuka masyarakat.

Tetapi saat itu Soppeng masih merupakan daerah yang terpecah-pecah sebagai suatu kerajaan-kerajaan kecil. Hal ini dapat dilihat dari jumlah Arung,Sulewatang, dan Paddanreng serta Pabbicara yang mempunyai kekuasaan tersendiri. Setelah kerajaan Soppeng terbentuk maka dikoordinir oleh Lili-lili yang kemudian disebut Distrikvdi Zaman Pemerintahan Belanda.

Literatur yang ditulis tentang sejarah Soppeng masih sangat sedikit. Sebagaimana tentang daerah-daerah di Limae Ajattappareng, juga Mandar dan Toraja, Soppeng hanyalah daerah “kecil” dan mungkin “kurang signifikan” untuk diperebutkan oleh dominasi dua kekuatan di Sulawesi Selatan yakni Luwu dan Siang sebelum abad ke-16. Namun, seperti disebutkan oleh sebuah kronik Soppeng, dulunya Soppeng bersama Wajo, sangat bergantung kepada kerajaan Luwu.

Seiring menguatnya kekuatan persekutuan Goa-Tallo di Makassar; untuk mengimbanginya, Bone sempat mengajak Wajo dan Soppeng membentuk persekutuan Tellumpocco pada perjanjian Timurung tahun 1582. Akan tetapi, masuknya Islam di Sulawesi Selatan di paruh akhir abad ke-16, ditandai dengan masuknya Karaeng Tallo I Mallingkang yang lebih dikenal sebagai Karaeng Matoaya serta penguasa Goa I Manga’rangi yang kemudian bergelar Sultan Alauddin, telah mengubah peta politik di Sulawesi Selatan.

Untuk sementara, kekuatan Bugis Makassar menjadi satu kekuatan baru untuk melawan orang kafir ketika Soppeng dan Sidenreng memeluk Islam tahun 1609, Wajo 1610 dan akhirnya Bone pada tahun 1611.

Perkembangan berikutnya sepanjang abad ke-17, menempatkan Soppeng pada beberapa perubahan keputusan politik ketika persaingan Bone dan Goa semakin menguat. Jauh sebelum perjanjian Timurung yang melahirkan persekutuan Tellumpocco, sebenarnya Soppeng sudah berada di pihak kerajaan Gowa dan terikat dengan perjanjian Lamogo antara Gowa dan Soppeng.

Persekutuan Tellumpocco sendiri lahir atas “restu” Gowa. Namun, ketika terjadi gejolak politik antara Bugis dan Makassar disebabkan oleh gerakan yang dipelopori oleh Arung Palakka dari Bone, Soppeng sempat terpecah dua ketika Datu Soppeng, Arung Mampu, dan Arung Bila bersekutu dengan Bone pada tahun 1660 sementara sebagian besar bangsawan Soppeng yang lain menolak perjanjian di atas rakit di Atappang itu.

Gimana sejarah terbentuknya Soppeng, menarik bukan ? Tapi jangan puas dulu, ada nih yang lebih keren dan menarik sehingga Soppeng wajib untuk di kunjungi. Yuk intip ulasan dibawah ini.

Pemandian Air Panas Lejja
Soppeng memiliki destinasi wisata Permandian Air Panas Lejja. Sebuah permandian air panas yang terletak di Desa Bulu, Kecamatan Marioriawa, Kabupaten Soppeng. Kondisi air yang panas hingga mencapai 60 derajat celsius menjadi daya tarik yang memikat hati para pengunjung untuk datang kesini. Selain itu, destinasi ini menyiapkan beberapa kolam renang dengan beberapa ukuran. Namun yang tak kalah indahnya karena pemandangan di sekitar destinasi permandian air panas ini sangat alami.

Selain sebagai tempat mandi. Di lokasi ini juga dapat ditemukan sebuah ritual kepercayaan tertentu dari para pengunjung yang terkadang mengikat sebuah tali di akar pohon tempat air panas mengalir. Makanya jangan heran jika melihat di sebuah pohon banyak ikatan-ikatan tali berbagai jenis dan warna.

Desa Mattabulu Soppeng
Soppeng memiliki Desa Mattabulu. Sebuah desa yang terletak di Desa Mattabulu, Kecamatan Lalabata. Desa ini memiliki deretan pohon pinus yang sangat indah cocok untuk mendirikan tenda dan berkemah. Tak jarang para pengunjung menghabiskan waktu libur di lokasi ini dengan berkemah dibawah rimbunnya pohon pinus. Selain itu, di desa ini pula terdapat sebuah puncak gunung Cirowali Tellongeng Meriam yang menyuguhkan pemandangan yang indah dengan melihat jatung kota Soppeng dari puncak ini.

Tak kalah kerennya karena mengikuti trend wisata hits kekinian di desa ini terdapat Lembah Cinta yang menyediakan gardu pandang, sangkar burung, hingga pohon jomblo untuk menikmati panorama alam cantik dari ketinggian.

Puncak Gunung Sewo
Soppeng memiliki Puncak Gunung Sewo. Sebuah puncak gunung yang terletak di Bila, Kecamatan Lalabata, Kebulaten Soppeng. Puncak ini menyuguhkan pemandangan jantung Kota Soppeng dari ketinggian. Di puncak ini pula pengunjung dapat menyaksikan gumpalan awan yang menyelimuti puncak gunung, sehingga berada di puncak akan terasa berada di atas awan. Selain itu, berada di puncak ini pengunjung dapat menyaksikan langsung momen matahari terbit.

Permandian Alam Citta
Soppeng memiliki Permandian Alam Citta. Sebuah destinasi wisata yang menyediakan tiga kolam renang dengan sumber air sangat alami dan jernih karena muncul dari akar pohon disekitar kolam. Serta sensi keindahan alam sekitar menjadikan destinasi ini banyak diminati oleh para pengunjung. Permandian ini terletak di Desa Citta, Kecamatan Citta, Kabupaten Soppeng.

Lereng Hijau Bulu Dua
Soppeng memiliki panorama alam yang mengagumkan. Sebuah lereng gunung yang menyuguhkan lekukan yang sangat indah. Tak hanya itu, namun di lereng gunung ini tersedia berbagai fasilitas berupa kolam renang serta fasilitas lain yang siap memanjakan kehadiran pengunjung. Lereng Hijau Bulu Dua terletak di Desa Gattareng, Kecamatan Marioriwawo, Kabupaten Soppeng.

Air Terjun Minawoe
Soppeng memiliki Air Terjun Minawoe. Sebuah air terjun yang menawarkan keindahan alam yang eksotis. Kondisi alam yang masih alami serta belum terjamah oleh tangan manusia menjadikan suasana di sekitar air terjun ini masih tenang. Air terjun ini terletak di Dusun Kajuara, Desa Bulue, Kecamatan Marioriawa, Kabupaten Soppeng. Namun jika ingin berkunjung ke tempat ini, disarankan untuk berkunjung di musim kemarau karena akses yang cukup sulit.

Air terjun Datae
Soppeng memiliki Air Terjun Datae. Sebuah air terjun yang menawarkan pemandangan yang sangat indah. Air terjun ini sangat cocok dikunjungi oleh mereka yang suka berpetualang sambil tracking karena akses jalannya yang sulit dan tak mudah untuk dijangkau. Letaknya yang berada di tengah hutan belantara membuat air terjun ini diminati oleh para pengunjung. Air terjun ini terletak di Desa Bulue, Kecamatan Marioriawa, Kabupaten Soppeng.

Puncak Biccuing
Soppeng memiliki Puncak Biccuing. Sebuah destinasi buatan yang sangat menarik di kunjungi oleh para anak muda. Di tempat ini ada banyak tersedia spot foto yang menarik. Seperti monumen cinta, anjungan biccuing, rumah pohon, dan ayunan langit. Destinasi ini terletak di Dusun Bicciung, Kelurahan Botto, Kecamatan Lalabata, Kabupaten Soppeng.

Rumah Adat Sao Mario
Soppeng memiliki Rumah Adat Mario. Sebuah rumah adat dengan gaya arsitekturnya yang khas, menawarkan berbagai macam bentuk rumah adat yang sekaligus berfungsi sebagai museum yang menyimpan koleksi benda-benda bersejarah dari berbagai wilayah. Rumah adat ini terletak di Kelurahan Manorang Salo, Kecamatan Marioriawa, Kabupaten Soppeng, Sulawesi Selatan.

Villa Yuliana
Soppeng memiliki Villa Yulia. Sebuah bangunan bersejarah yang dibangun tahun 1905 oleh pemerintah Hindia Belanda dan sengaja dibangun untuk menyambut kedatangan Ratu Yuliana. Saat ini, Villa Yuliana difungsikan sebagai museum yang sarat akan nilai sejarah. Villa ini terletak di Jl. Pengayoman Watansoppeng, Kabupaten Soppeng.

Taman Kalong
Soppeng memiliki Taman Kalong. Sebuah taman yang terletak di alun-alun kota Soppeng tepatnya di Botto, Kecamatan Lalabata, Kabupaten Soppeng. Taman Kalong menjadi destinasi wisata kebanggaan warga Soppeng. Taman yang diresmikan pada bulan Desember 2017 ini identik dengan ribuan kelelawar yang bersarang di pepohonan. Taman ini juga dilengkapi dengan air mancur warna warni yang membuat suasana malam di Bumi Latemmamala semakin meriah dan penuh warna.

Gua Coddong
Soppeng memiliki Gua Coddong. Sebuah gua yang terbentuk dari fenomena alam berupa batu gamping karst berjuta juta tahun yg lalu. Dahulu kala, gua dijadikan oleh manusia purba sebagai tempat berlindung dari binatang buas dan cuaca buruk. Di dalam gua pernah dijumpai tengkorak manusia dari spesies etnis bugis. Gua ini terletak di Desa Citta, Kecamatan Liliriaja, Kabupaten Soppeng.

Permandian Alam Ompo'
Destinasi wisata yang satu ini merupakan andalan bagi wisatawan lokal dan mancanegara. Selain dikenal dengan airnya yang bersih, suasana alam di sekitar lokasi juga sangat sejuk.Di tempat wisata Alam Ompo ini juga terdapat area untuk perkemahan. Selain itu, ada pula lokasi untuk menggelar balap motor (road race). Serta danau buatan yang cukup luas. Jadi sangat cocok dijadikan tempat bermain perahu dan memancing berbagai ikan air tawar.

Akbarpost/Kabupaten Pinrang terletak 185 km dari kota Makassar arah utara yang berbatasan dengan Kabupaten Polawali Mandar Provinsi Sulawesi Barat, luas wilayah 1.961,77 km2 yang terbagi ke dalam 12 Kecamatan, meliputi 68 desa dan 36 kelurahan.

Untuk penamaan Pinrang sendiri terdiri dari dua versi menurut masyarakat sekitar. Versi pertama menyebut Pinrang berasal dari bahasa Bugis yaitu kata "Benrang" yang berarti "air genangan" bisa juga berarti "rawa-rawa". Hal ini disebabkan pada awal pembukaan daerah Pinrang masih berupa daerah rendah yang sering tergenang dan berawa.

Versi kedua menyebutkan bahwa ketika Raja Sawitto bernama La Dorommeng La Paleteange, bebas dari pengasingan dari kerajaan Gowa. Kedatangan disambut gembira namun mereka terheran karena wajah raja berubah dan mereka berkata "Pinra bawangngi tappana puatta pole Gowa", yang artinya berubah saja mukanya Tuan Kita dari Gowa. Setelah itu rakyat menyebut daerah tersebut sebagai Pinra yang artinya berubah, kemudian lambat laun menjadi Pinrang.

Sumber lain mengatakan pemukiman Pinrang yang dahulu rawa selalu tergenang air membuat masyarakat berpindah-pindah mencari pemukiman bebas genangan air, dalam bahasa Bugis disebut "Pinra-Pinra Onroang". Setelah menemukan pemukiman yang baik, maka tempat tersebut diberi nama: Pinra-pinra.

Pinrang memiliki garis pantai sepanjang 93 Km sehingga terdapat areal pertambakan sepanjang pantai, pada dataran rendah didominasi oleh areal persawahan, bahkan sampai perbukitan dan pegunungan. Kondisi ini mendukung Kabupaten Pinrang sebagai daerah Potensial untuk sektor pertanian dan pariwisata.

Pengen tahu wisata apa saja yang ada di Pinrang, yuk kita intip beberapa tempat wisata yang menarik untuk di kunjungidibawah ini

Permandian Air Panas Lemosusu Pinrang
Permandian Air Panas Lemosusu merupakan obyek wisata yang terkenal di kota lembang,Berada di atas lahan seluas 20 hektar dengan fasilitas yang tersedia. Antara lain kolam renang,bangunan-bangunan peristirahatan, tempat karaoke dan lain-lain. Permandian air panas ini berada di kawasan menuju arah PLTU Bakaru,sekitar 12 km dari Pinrang. Permandian ini memiliki panorama alam yang sangat menawan.

Air panas alami dari permandian ini berasal dari dalam kaki gunung.Disamping selain sebagai tempat relaksasi dan rekreasi, air panas ini kerap dijadikan obat untuk menerapi tubuh agar terhindar dari rasa letih. Pemandian Air Panas ini juga memiliki udara yang sejuk, bunga-bunga, pepohonan yang rindang yang pastinya menambah cantik suasananya.

Air Terjun Sarassa Pinrang
Air terjun Sarassa merupakan salah satu surga tersembunyi yang berada dibalik gunung yang seketika membuat kagum, suara gemercik air terjun begitu terdengar setelah memasuki kawasan air terjun ini, pesona alam yang begitu menawan ditambah nuansa alam yang masih alami membuat air terjun ini memang layak untuk dikunjungi.

Air terjun ini memiliki keunikan dan keindahan tersendiri karena jatuh dari ketinggian sekitar 70 meter dari tebing batu, terdapat dua air terjun berdampingan yang jatuh pada aliran sungai yang sama.Jarak antara kedua air terjun itu sekitar 200 meter.

Rumah Adat Saoraja Pinrang
Wisata Rumah Adat Saoraja merupakan obyek wisata budaya yang terkenal di kota Pinrang dan sekitarnya, Rumah Adat ini mempunyai 101 tiang dengan berat setiap tiangnya mencapai 2 ton. Tiang rumah adat ini terbuat dari kayu ulin. Tak hanya menawarkan wisata budaya saja tapi juga wisata alam.

Rumah adat ini dikelilingi persawahan yang semakin menambah nuansa alam saat berada di lokasi. Akses menuju kawasan rumaha adat ini tak sulit. Kondisi jalan sudah diaspal dengan kontur perbukitan.

Air Terjun Kaba-Kaba Pinrang
Air Terjun Kaba-Kaba merupakan salah satu surga tersembunyi yang berada dibalik gunung yang seketika membuat saya kagum atas ciptaan Tuhan, suara gemercik air terjun akan terdengar disaat memasuki kawasan air terjun ini, pesona alam yang begitu indah ditambah nuansa alam yang masih terjaga.

Akses menuju air terjun ini, tak sulit namun membutuhkan tenaga untuk berjalan kaki sekitar 45 menit melewati hutan dan bebatuan yang licin, namun rasa lelah akan terbayarkan ketika mendengar suara gemercik air terjun ditambah suara kicauan burung yang menghuni kawasan air terjun ini.

Wisata Air Terjun Karawa Pinrang

Wisata Air Terjun Karawa merupakan obyek wisata alam yang sangat terkenal di kota kota Pinrang dan sekitarnya. Selain airnya yang jernih serta suasana alam masih asri dan sejuk, juga karena pemandangan menuju lokasi air terjun ini begitu eksotis dan cocok untuk rileksasi diri.

Pada akhir pekan, lokasi air terjun yang asri dan sejuk ini banyak dipadati warga dan siswa untuk merileksasi diri. Air terjung ini memiliki ketinggian sekitar 30 meter lebih yang berada dipuncak Gunung Karawa.

Untuk menuju lokasi ini wisatawan harus menempuh perjalanan sejauh 1 kilometer dari jalan kecamatan. Jalan yang menanjak dan menantang membuat pengunjung kerap singgah untuk beristirahat karena perjalanan cukup melelahkan.

Namun kelelahan itu terobati setelah menikmati dinginnya air terjun ini yang dikelilingi bebatuan dan pepohonan yang asri dan rindang. Jalanan menuju ke air terjun pun dapat dilalui sepeda motor. Namun pengunjung yang menggunakan kendaraan roda empat harus rela berjalan kaki sejauh 1 kilometer karena kendaraan tak bisa sampai ke lokasi.

Pemandian Air Panas Sulili Pinrang
Wisata Permandian Air Panas Sulili merupakan permandian air panas alami yang terletak di Sulili, Kelurahan Mamminasae menjadi salah satu objek wisata favorit yang ramai dikunjungi warga pasca liburan ataupun hari minggu.

Lokasinya yang hanya berjarak belasan kilometer dari kota membuat obyek wisata alam ini paling diminati warga. Berendam di kolam air panas alami yang kaya belerang dipercaya warga bisa membuat badan terasa bugar dan sehat serta bisa menyembuhkan beragam penyakit kulit seperti gatal-gatal.

Rumah Makan Terapung Malimpung Pinrang
Wisata Rumah Makan Terapung Malimpung merupakan wisata kuliner yang sangat terkenal di kota Pinrang sulawesi selatan. Rumah makan terapung itu menyediakan beraneka ragam makanan khas seperi bebek nasu palekko, bebek goreng, dan bebek panggang. Pokoknya makanan disini sangat lezat.

Tempat makan ini terletak di Jl. Emmy Saelan, Kel. Benteng Sawitto, Kec. Paleteang. Rumah makan ini memiliki konsep lesehan, dengan menu menggugah selera.

Pantai Maroneng Pinrang
Wisata Pantai Maroneng merupakan obyek wisata pantai yang sangat di gemari oleh masyarakat pinrang dan sekitarnya, masyarakat desa Maroneng berprofesi sebagai petani tambak dan nelayan, Keunikan dari Pantai Maroneng adalah memiliki garis pantai terpendek hanya sekitar 1kilometer diapit oleh dua muara sungai.

Di pantai ini juga disediakan fasilitas seperti kolam renang bermain untuk anak-anak, bebek-bebek, kolam pemancingan, serta beberapa gasebo untuk tempat pengunjung, mushollah, serta kamar mandi ganti bagi para pengunjung yang ingin berenang di pantai.

Air Terjun Kalijodoh Pinrang
Wisata Air Terjun Kalijodoh merupakan obyek wisata alam yang sangat terkenal dengan keindahan panorama alam yang masih alami yang berlokasi sekitar 3 kilometer dari ruas jalan poros Bakaru dengan kondisi jalan yang menanjak.Air terjun ini terletak di dusun Paweleang, Kelurahan Betteng, Kecamatan Lembang dengan jarak kurang lebih 56 kilometer dari pusat kota Pinrang. Air terjun ini memiliki empat sumber air, berada pada kawasan yang luasnya sekitar 2 Ha.

Nama Kalijodoh menurut cerita karena pada zaman dahulu sepasang muda-mudi berhasil membina rumah tangga setelah datang ke tempat ini untuk bermustajab, memohon do’a kepada Sang Pencipta untuk dipertemukan jodohnya. Hingga saat ini masyarakat Pinrang masih mempercayai cerita tersebut.

Wisata Lasinrang Park Pinrang
Taman Lasinrang merupakan bagian dari pusat taman kota di Kabupaten Pinrang yang bertempat di jalan Jendral Sudirman, jalan poros Pinrang- Polmas sebelah Timur dari jalan Sukawati pusat perkantoran Pemerintah kabupaten Pinrang,

Di taman ini terdapat patung sosok tokoh pahlawan dari bumi Lasinrang yang menjadi objek karakteristik pemuda dan masyarakat Pinrang, hadirnya taman Lasinrang membuat spirit baru bagi warga. Keindahan Wisata Lasinrang Park di Pinrang Sulawesi Selatan itu sangat ramai di kunjunggi oleh wisatawan menjelang hari minggu ataupun liburan.

Pantai Kappe Pinrang
Wisata Pantai Kappe merupakan obyek wisata pantai yang sangat di gemari oleh masyarakat Pinrang dan sekitarnya.
Banyak wisatawan yang menghabiskan waktu liburan ke pantai ini karena,indahnya pemandangan di sekitar pantai,birunya air laut, di padu dengan putihnya pasir di pesisir pantai semakin menambah eloknya pemandangan pantai ini. Selain indahnya pemandangan, di pantai ini pula dapat menyaksikan momen tenggelamnya matahari di sore hari atau sunset.

Pantai Harapan Ammani Pinrang
Wisata Pantai Harapan Ammani merupakan obyek wisata pantai yang menyuguhkan keindahan alami, birunya air laut serta derasnya deburan ombak semakin menambah suasana menarik di pantai ini.

Pantai ini sangat ramai dikunjungi ketika hari minggu ataupun menjelang liburan, banyak wisatawan yang menghabiskan waktu liburan dengan datang, apalagi anak anak juga senang sekali bermain di tepi pantai, dengan membuat istana dari pasir atau ada juga yang bermain volly pantai.

Pantai Jampue Pinrang
Pantai Jampue merupakan obyek wisata pantai yang sangat terkenal di kota Pinrang dan sekitarnya. Di pantai ini pengunjung dapat merasakan indahnya pemandangan alam laut dan hembusan angin sepoi yang membuat suasana menjadi tenang dan damai.

Hamparan pasir putih yang luas dipagari pohon-pohon kelapa menjulang tinggi menambah suasana romantis di pantai ini. Kebanyakan pengunjung yang datang adalah penduduk asli jadi tidak heran jika menemukan suasana lokal yang sangat kental. Sebuah kesempatan yang sangat menarik untuk bisa berinteraksi dengan warga lokal dan mempelajari kebiasaan mereka.

Wisata Alun Alun Pinrang
Wisata Alun Alun merupakan obyek wisata yang sangat di gemari, selain bisa melihat lalu lalang kendaraan kita juga bisa menikmati indahnya pemandangan kota pada malam hari.

Wisata Puncak Karomba Pinrang

Wisata Puncak Karomba merupakan obyek wisata alam yang sangat terkenal. Puncak Karomba di terletak di Dusun Karomba, Desa Sali-sali, Kecamatan Lembang, Kabupaten Pinrang.

Puncak Karomba berada di ketinggian 1.200 mdpl. Berada di puncak ini serasa berada diatas awan. Di lereng Karomba terlihat gumpalan awan bak sambung menyambung. Selian itu, disini terdapat pula fasilitas berupa jembatan gantung yang kerap diselimuti gumpalan awan sehingga akan memanjakan pengunjung ketika melintasi jembatan. Seakan berasa berada diluar angkasa.

Wisata Puncak Karomba ramai dikunjungi oleh wisatawan menjelang hari minggu ataupun hari libur, banyak wisatawan yang menghabiskan waktunya di tempat ini.

Pantai Lowita Pinrang
Wisata Pantai Lowita memiliki keindahan yang mengagumkan, pemandangan di sekitar pantai ini mampu menyihir parawisatawan yang datang dengan pesonanya yang menawan.

Deburan ombak yang berdesir di bibir pantai, birunya air laut serta pemandangan di sekitar pantai semakin menembah keindahan ini. obyek ini biasanya ramai di kunjunggi pada hari minggu atau hari libur. Akses jalan menuju wisata ini juga mudah ditempuh baik naik kendaraan roda dua ataupun roda empat.

Wisata Air Terjun Salu Baribi Pinrang
Air terjun Baribi merupakan salah satu wisata alam dengan keindahan alam yang masih sangat terjaga, wisata ini terletak letaknya di bawah kaki gunung Tirasa. Untuk sampai kesini di butuhkan waktu kurang lebih 1 jam karena jarak yang cukup jauh dari pusat kota Pinrang , yaitu sekitar 25 kilometer. Air terjun ini terletak di Desa Tapporang, Kec. Batulappa, Kab. Pinrang.

Wisata Air Terjun ini sangat cocok dikunjungi bagi wisatawan yang suka berpetualang karena untuk menuju air terjun ini dibutuhkan tenaga yang ektra dan juga di butuhkan tekad yang besar dengan banyak rintangan yang harus di tempuh dalam perjalanan. Namun semuanya akan terobati jika sudah berada di air terjun ini.

Pantai Ujung Tape Pinrang
Wisata Pantai Ujung Tape merupakan obyek wisata pantai yang menjadi tujuan utama bagi masyarakat sekitar. Wisata yang satu ini berbeda dengan pantai pada umumnya,di pantai ini biasanya para wisatawan dapat menikmati indahnya matahari tenggelam.

Selain keindahan pantainya yang terkenal adalah ikan bakarnya yang bisa di pesan di warung warung yang berada di sekitar pantai, sambil menikmati deburan ombak di tambah lagi dengan menyantap ikan bakar segar, semakin menambah suasana menarik di pantai ini.

Wisata Bukit Suppiran Pinrang
Wisata Bukit Suppiran terletak di Desa Suppirang, Kecamatan Lembang. Untuk mencapai puncak ini harus melewati medan yang cukup berat dengan berjalan kaki kira-kira sekitar 2 jam melalui kaki bukit.

Walaupun demikian, setiap perjalanan tidak akan terasa sia-sia karena sepanjang perjalanan dapat menemukan beberapa permukiman warga lokal dan spot-spot menarik seperti hamparan sawah terasering di atas bukit. Jika sudah sampai dipuncak seakan berada diatas awan.

Air Terjun Sarambu Pinrang
Wisata Air Terjun Sarambu merupakan wisata alam yang sangat terkenal di sulawesi selatan, banyak wisatawan baik dari dalam kota maupun dari luar kota berbondong bondong untuk melihat dan menikmati keindahan Wisata Air Terjun ini. Sejuknya udara serta alaminya hutan dan indahnya alam sekitar membuat kehadiran kita disini akan semakin berkesan.

Wisata Pantai Dewata Wakka di Pinrang
Wisata Pantai Dewata Wakka merupakan obyek wisata yang sangat digemari oleh masyarakat Pinrang selain karena hamparan pasir putihnya yang menawan, birunya laut, dan sejuknya hembusan angin sepoi juga karena suasana pantainya yang eksotik. Pantai ini banyak dikunjungi hari libur, apalagi jika berkunjung ke pantai bersama keluarga, pastinya lebih keren lagi.

Wisata Gunung tirasa di Pinrang
Wisata Gunung Tirasa merupakan obyek wisata alam yang sangat di gemari oleh masyarakat di kota Pinrang sulawesi selatan. Gunung Tirasa memiliki keindahan yang sangat luar biasa, hamparan hijaunya pepohonan serta sejuknya udara pegunungan menambah suasana menarik di gunung ini.

Gunung Tirasa biasanya ramai di kunjungi menjelang hari libur ataupun hari Minggu, banyak wisatawan yang datang berkunjung kesini untuk menikmati indahnya suasana pegunungan dan menikmati suasana alam yang berhampar luas.

Wisata Waterboom Pinrang
Wisata Waterboom merupakan obyek wisata air yang sangat terkenal di kota Pinrang. Wisata yang bernuansa pelangi ini memiliki ukuran kurang lebih 2.450 meter persegi. Berada disini tidak hanya dapat menikmati sejuknya air kolam, akan tetapi dapat pula merasakan dan melihat keindahan panorama alamanya, serta dilengkapi dengan berbagai fasilitas yang siap memanjakan kehadiran para wisatawan.

Akbarpost/Bulukumba secara wilayah berada pada kondisi empat dimensi, yakni dataran tinggi pada kaki Gunung Bawakaraeng – Lompobattang, dataran rendah, pantai dan laut lepas. Kabupaten ini terletak di ujung bagian selatan ibu kota Provinsi Sulawesi Selatan, terkenal dengan industri perahu pinisi yang banyak memberikan nilai tambah ekonomi bagi masyarakat dan pemerintah daerah. Jarak tempuh dari Kota Makassar kira-kira sekitar 153 kilometer.

Daerah dataran rendah dengan ketinggian antara 0 s/d 25 meter di atas permukaan laut meliputi tujuh kecamatan pesisir, yaitu: Kecamatan Gantarang, Kecamatan Ujungbulu, Kecamatan Ujung Loe, Kecamatan Bontobahari, Kecamatan Bontotiro, Kecamatan Kajang dan Kecamatan Herlang.

Daerah bergelombang dengan ketinggian antara 25 s/d 100 meter dari permukaan laut, meliputi bagian dari Kecamatan Gantarang, Kecamatan Kindang, Kecamatan Bontobahari, Kecamatan Bontotiro, Kecamatan Kajang, Kecamatan Herlang, Kecamatan Bulukumpa dan Kecamatan Rilau Ale. Daerah perbukitan di Kabupaten Bulukumba terbentang mulai dari Barat ke utara dengan ketinggian 100 s/d di atas 500 meter dari permukaan laut meliputi bagian dari Kecamatan Kindang, Kecamatan Bulukumpa dan Kecamatan Rilau Ale.

Untuk mitologi penamaan "Bulukumba", konon bersumber dari dua kata dalam bahasa Bugis yaitu "Bulu’ku" dan "Mupa" yang dalam bahasa Indonesia berarti "masih gunung milik saya atau tetap gunung milik saya".

Mitos ini pertama kali muncul pada abad ke–17 Masehi ketika terjadi perang saudara antara dua kerajaan besar di Sulawesi yaitu Kerajaan Gowa dan Kerajaan Bone. Di pesisir pantai yang bernama "Tana Kongkong", di situlah utusan Raja Gowa dan Raja Bone bertemu, mereka berunding secara damai dan menetapkan batas wilayah pengaruh kerajaan masing-masing.

Bangkeng Buki' secara harfiah berarti kaki bukit yang merupakan barisan lereng bukit dari Gunung Lompobattang diklaim oleh pihak Kerajaan Gowa sebagai batas wilayah kekuasaannya mulai dari Kindang sampai ke wilayah bagian timur. Namun pihak Kerajaan Bone berkeras memertahankan Bangkeng Buki' sebagai wilayah kekuasaannya mulai dari barat sampai ke selatan.

Berawal dari peristiwa tersebut kemudian tercetuslah kalimat dalam bahasa Bugis "Bulu'kumupa" yang kemudian pada tingkatan dialek tertentu mengalami perubahan proses bunyi menjadi "Bulukumba". Konon sejak itulah nama Bulukumba mulai ada dan hingga saat ini resmi menjadi sebuah kabupaten.

Paradigma kesejarahan, kebudayaan dan keagamaan memberikan nuansa moralitas dalam sistem pemerintahan yang pada tatanan tertentu menjadi etika bagi struktur kehidupan masyarakat melalui satu prinsip "Mali’ siparappe, Tallang sipahua."
Ungkapan yang mencerminkan perpaduan dari dua dialek bahasa Bugis – Konjo tersebut merupakan gambaran sikap batin masyarakat Bulukumba untuk mengemban amanat persatuan di dalam mewujudkan keselamatan bersama demi terciptanya tujuan pembangunan lahir dan batin, material dan spiritual, dunia dan akhirat.

Nuansa moralitas ini pula yang mendasari lahirnya slogan pembangunan "Bulukumba Berlayar" yang mulai disosialisasikan pada bulan September 1994 dan disepakati penggunaannya pada tahun 1996. Konsepsi "Berlayar" sebagai moral pembangunan lahir batin mengandung filosofi yang cukup dalam serta memiliki kaitan kesejarahan, kebudayaan dan keagamaan dengan masyarakat Bulukumba.

"Berlayar", merupakan sebuah akronim dari kalimat kausalitas yang berbunyi "Bersih Lingkungan, Alam Yang Ramah". Filosofi yang terkandung dalam slogan tersebut dilihat dari tiga sisi pijakan, yaitu sejarah, kebudayaan dan keagamaan.

Bulukumba lahir dari suatu proses perjuangan panjang yang mengorbankan harta, darah dan nyawa. Perlawanan rakyat Bulukumba terhadap kolonial Belanda dan Jepang menjelang Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia Tahun 1945 diawali dengan terbentuknya "barisan merah putih" dan "laskar brigade pemberontakan Bulukumba angkatan rakyat". Organisasi yang terkenal dalam sejarah perjuangan ini, melahirkan pejuang yang berani mati menerjang gelombang dan badai untuk merebut cita–cita kemerdekaan sebagai wujud tuntutan hak asasi manusia dalam hidup berbangsa dan bernegara.

Dari sisi budaya, Bulukumba telah tampil menjadi sebuah "legenda modern" dalam kancah percaturan kebudayaan nasional, melalui industri budaya dalam bentuk perahu, baik itu perahu jenis pinisi, padewakkang, lambo, pajala, maupun jenis lepa–lepa yang telah berhasil mencuatkan nama Bulukumba di dunia internasional. Kata layar memiliki pemahaman terhadap adanya subjek yang bernama perahu sebagai suatu refleksi kreativitas masyarakat Bulukumba.

Masyarakat Bulukumba telah bersentuhan dengan ajaran agama Islam sejak awal abad ke–17 Masehi yang diperkirakan tahun 1605 M. Ajaran agama Islam ini dibawa oleh tiga ulama besar (waliyullah) dari Pulau Sumatra yang masing–masing bergelar Dato Tiro (Bulukumba), Dato Ribandang (Makassar) dan Dato Pattimang (Luwu). Ajaran agama Islam yang berintikan tasawwuf ini menumbuhkan kesadaran religius bagi penganutnya dan menggerakkan sikap keyakinan mereka untuk berlaku zuhud, suci lahir batin, selamat dunia dan akhirat dalam kerangka tauhid "appasewang" (meng-Esa-kan Allah SWT).

Bukan hanya dari sisi budaya dan adat loh, namun Bulukumba juga memiliki potensi wisata yang sangat banyak sehingga wajib untuk di kunjungi jika berada di tanah Sul-Sel. Penasaran, Yuk kita intip beberapa tempat menarik di Bulukumba.

Tanjung Bira
Jl. Bontobahari, Bira, Bonto Bahari, Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan.
Tanjung Bira terletak sekitar 40 km dari Kota Bulukumba atau 200 km dari Kota Makassar dengan waktu tempuh sekitar 3-4 jam. Tak hanya dikenal dengan pesona keindahan pantainya saja, namun Tanjung Bira juga merupakan rumah pembuatan kapal tradisional khas Sulawesi Selatan sehingga pengunjung dapat melihat proses pembuatan kapal tersebut di pinggiran pantai.

Selain itu, ada banyak hal lain yang dapat teman-teman lakukan di kawasan wisata ini, salah satunya yaitu snorkeling maupun diving, sembari menikmati keindahan bawah lautnya dibeberapa spot yang ada di pantai ini. Spot di kisaran Pulau Liukang Loe, yakni sebuah pulau kecil yang terletak di seberang barat Tanjung Bira merupakan salah satu spot terbaik. Pengunjung juga dapat menghabiskan waktu libur di Tanjung Bira dengan sekedar berjemur di bawah matahari sambil menikmati segarnya angin yang berhembus serta menyaksikan pesona matahari terbit dan terbenam.

Panrang Luhu
Bira, Kecamatan Bonto Bahari, Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan.
Panrang Luhu dalam bahasa setempat berarti pekuburan orang Luwu. Terlepas dari namanya yang sedikit seram, destinasi ini menawarkan nuansa alami yang sungguh memanjakan mata. Pohon kelapa berjejer cantik di kawasan pesisir. Suasana sekitar terasa syahdu, lantaran masih jarang dikunjungi wisatawan.

Selain hamparan pasirnya yang memikat, Panrang Luhu juga merupakan tempat tepat untuk menikmati panorama matahari terbit. Pandangan Teman Traveler bakal langsung mengarah ke indahnya Sang Mentari, tanpa terhalang apapun. Sungguh pas untuk menghilangkan stress karena pekerjaan atau kegalauan karena dikasih, dijamin bakal move on seketika hehe.

Pantai Pusahelu
Darubiah, Kecamatan Bontobahari, Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan.
Pantai Pusahelu berada di Desa Darubiah Kecamatan Bonto Bahari. Pantai yang terletak di belakang pantai Bara ini belum terlalu banyak diketahui keberadaannya. Sehingga pantai indah ini terkesan masih sepi ketika dikunjungi. Kawasan Pantai Pusahelu terdiri dari pantai dengan sebagian besar adalah pantai dengan pinggir karang.

Pantainya berupa pantai cekungan yang tidak terlalu lebar, panjang pantainya mungkin hanya belasan meter, karena hanya berada diantara karang yang menjorok masuk kepinggir laut. Pantai ini sangat sepi. Jika air laut sangat surut, garis pantai Pantai Pusahelu sedikit agak lebih panjang. Salah satu sensasi main ke pantai ini adalah duduk di atas batu karang sambil menikmati gradasi warna antara putih, hijau tosca dan biru laut.

Pantai Ujung Tiro
Pantai Ujung Tiro atau biasa juga disebut Pantai Ujung merupakan pantai yang memiliki pemandangan yang sangat eksotis. Hamparan batu karang disekitar pantai dan tebing batu sebagai spotnya membuat pantai ini banyak digemari bukan hanya wisatawan lokal namun juga mancanegara. Pantai ini terletak di Dusun Samboang, Kel.Ekatiro, Kecamatan Bontotiro atau berbatasan langsung dengan Pantai Samboang.

Pantai Ujung lebih mirip Apparalang yakni hamparan laut dengan tebing di sekelilingnya.Disini terdapat semacam pulau kecil di tengah-tengah, yang bisa memanjakan mata traveler untuk memandang sekitaran. Dari tempat tersebut traveler bisa melihat langsung jernihnya air, serta kondisi karang beserta biota laut di bawahnya.

Pantai Bara
Jl. Bara, Bira, Kecamatan Bontobahari, Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan.
Pantai Bara merupakan sebuah pantai yang terletak di ujung kanan pantai Bira, boleh dikatakan pantai ini masih satu kompleks dengan pantai Bira. Namun Pantai Bara tak kalah indahnya jika dibandingkan dengan pantai Bira, pasirnya yang putih dan lembut serta birunya laut akan memanjakan mata dan hati. Kebersihan pantai ini cukup terjaga, hanya rumput-rumput laut kering kecoklatan yang terhampar di beberapa tempat di bibir pantai.

Jejeran pohon kelapa menyambut di pintu masuk plus sejumlah warung yang menjajakan makanan dan minuman serta souvenir. Untuk yang hobby camping, juga disediakan lokasi camping ground. Selain masih sepi, spot di bagian ini memang terbilang lebih menarik. Dinding dan batu karang lepas dipadu hijaunya daun serta birunya air laut menjadikannya terasa sangat eksotis.

Pantai Mandala Ria
Pantai Mandala Ria di Desa Ara, Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan memang tak setenar Pantai Bira. Padahal bentangan pasir putih dan pusatnya pembuat kapal pinisi di Butta Panritalopi, ada di Desa Ara.

Uniknya lagi karena penamaan Pantai Mandala Ria, erat kaitannya dengan kisah sejarah Soekarno yang membentuk Komando Mandala, dan Mayjen Soeharto sebagai Panglima Komando Operasi Militer. Tugas komando operasi militer (Opmil) Mandala saat itu merencanakan, mempersiapkan, dan menyelenggarakan operasi untuk menggabungkan Irian Barat yang kini Papua bagian barat masuk dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Pantai Kasuso
Pantai Kasuso pastinya masih asing di telinga banyak orang. Pantai yang terletak di dusun Kasuso, kecamatan Bontobahari, kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan. Boleh dikata pantai ini menjadi salah satu surga tersembunyi bagi para wisatawan. Seperti pantai lain di Bulukumba pada umumnya, pantai ini memiliki ombak yang relatif tenang.

Pantai Kasuso tak sepopuler pantai lain dan terbilang jauh dari keramaian namun pantai ini memiliki keindahan yang tak kalah kerennya. Hamparan pasir putih dan tebing karang yang hijau membuat pantai ini sangat menawan serta dengan ditumbuhinya ragam pohon yang tumbuh subur di atasnya.

Pantai Kasuso memberikan alam yang begitu indah dengan lautan yang membiru serta pantai yang berpasir putih. Di pantai ini pula teman-teman dapat menemukan batu besar di pinggiran pantai layaknya pulau kecil. Batu tersebut dinamakan batu taha. Batu taha inilah yang kerap kali dijadikan sebagai latar dalam setiap dokumentasi di pantai ini.

Selain punya batu besar di tepi pantai, mayoritas penduduknya didominasi oleh perempuan. Pantai Kasuso biasa disebut juga kampung perempuan karena banyak ditinggal suami ketika berlayar mencari ikan.

Pantai Samboang
Pantai Samboang berasal dari kata Sembo, yang dalam bahasa Konjo orang Bonto Tiro berarti bersenang-senang. Jadi Pantai Samboang adalah salah satu pantai untuk bersenang-senang. Panorama yang indah dan lekukan bibir pantai yang landai, serta terumbu karang yang tak jauh dari pantai, menjadikan Samboang berbeda dengan objek wisata pantai lainnya. Di samping itu, lambaian sejumlah pepohonan kelapa bila diterpa angin ikut memperindah pemandangan areal wisata yang satu ini.

Saat memasuki kawasan pantai teman-teman akan kagum dengan pasir putih yang begitu luas sejauh mata memandang, di sebelah kanan maupun kiri. Selain itu, temna-teman dapat pula berlarian diatas pasir hingga 50 meter ke arah lautan lepas. Di tempat ini pula terdapat pulau kecil yang telah dihubungkan dengan titian sepanjang 20 meter. Tempat ini merupakan spot menarik bagi wisatawan yang ingin menyalurkan hobbynya, misalnya berenang, snorkling ataupun memancing.

Pantai Lemo-Lemo
Tanah Lemo, Kecamatan Bontobahari, Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan.
Daya pikat pantai ini bukan hanya pada pasir putih dan air laut yang masih jernih, tetapi juga beberapa gugusan batu karang yang menyembul ke permukaan air yang masih alami. Keberadaanya yang masih alami dan cenderung belum tersentuh oleh pembangunan membuat daerah yang bertanah karang itu belum banyak dilirik para wisatawan.

Berbeda dengan Pantai Pasir Putih Tanjung Bira yang hampir tak ada pepohonan, Pantai Lemo-lemo menyuguhkan suasana yang sejuk. Hutan dengan tumbuhan heterogen yang berada di sekitar pantai, membuat suasana di pantai ini terasa sejuk meski sinar matahari menyengat.

Pantai Merpati
Terang-Terang, Kecamatan Ujung Bulu, Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan.
Pantai Merpati merupakan salah satu pantai yang terletak di pinggiran kota. Jaraknya yang dekat dari kota membuat pantai ini kerap kali dikunjungi oleh para wisatawan yang datang untuk sekedar melepas lelah di sore hari ataupun dihari libur. Meskipun tak seindah pantai bira ataupun Bara namun pantai ini cukup nyaman untuk dijadikan sebagai tempat nyantai di sore hari. Di pantai ini juga kita dapat menyaksikan deretan perahu-perahu nelayan di sepinggiran bibir pantai.

Pulau Kambing
Pulau Kambing, Tanjung Bira, Bulukumba, Sulawesi Selatan merupakan surga bagi para pecinta kegiatan diving dan snorkeling. Pulau ini berjarak sekitar 20 menit dari Pantai Tanjung Bira. Pulau ini memiliki keindahan bawah laut yang selalu menjadi idola dan idaman bagi para pecinta dan penikmat bawah laut. Belum lagi air lautnya pun yang jernih bagaikan kristal.

Pulau ini sungguh istimewa, selain pemandangan bawah laut yang indah, tebing-tebing terjal pada dinding pulau membuat pulau ini tampak eksotik. Pengunjung Pulau ini juga dapat menikmati keindahan panoramanya dengan menaiki bukit tebing terjal tersebut. Pengunjung akan melihat sisi keindahan yang berbeda ketika berada di atas tebing ini.

Lokasi snorkeling biasanya berada di dekat tebing dengan kedalaman yang tidak terlalu dalam. Pemandangan di bawah memang luar biasa, lebih berwarna-warni tetapi arusnya lumayan kencang sehingga seringkali penyelam terombang-ambing di permukaan.

Jadi pengunjung harus lebih berhati-hati ketika snorkeling di spot ini karena konon katanya, di dekat perairan Pulau Kambing ini ada semacam air terjun di bawah laut yang menyebabkan arus dalam yang lumayan kuat, sehingga penyelam harus lebih berhati-hati karena arus yang deras. Buat para penyelam, Pulau Kambing merupakan lokasi yang menjadi favorit, di sini ada beberapa dive spot dan sepertinya daerah ini merupakan daerah hiu dan tidak akan menutup kemungkinan penyelam akan menjumpai hiu-hiu di sekitar perairan ini.

Pulau Liukang Loe

Pulau Liukang Loe bukan hanya sekedar nama biasa, akan tetapi nama ini memiliki arti tersendiri, karena liukang loe merupakan bahasa yang berasal dari bahasa konjo (salah satu bahasa yang digunakan di kabupaten bulukumba) yang berarti Liu-Liukang berarti Kayu Hitam, dan Loe berarti banyak dan jika disatukan Liukang Loe berarti kayu hitam yang banyak. Nama ini bukan asal diberikan namun memang di pulau ini banyak terdapat kayu hitam, sama dengan namanya.

Pulau ini terkenal memiliki pasir putih yang bersih, halus dan lembut, pulau ini juga dikenal sebagai pulau batu karena pulau ini di tutupi gugusan batu karang yang pusatnya berada di tengah pulau. Tidak hanya itu seperti yang saya jelaskan di atas pulau ini adalah surganya para pecinta snorkeling karena pulau ini memiliki keindahan/pemandangan alam bawah laut yang sangat-sangat indah. jika anda tidak percaya sebaiknya anda langsung datang saja kesini dan menikmati keindahan alam bawah lautnya dengan kegiatan snorkeling.

Selain snorkeling di pulau ini terdapat dermaga yang sangat bagus untuk dijadikan spot berfoto, karena air lautnya yang tenang dan dermaganya yang sangat indah. Dermaga ini juga memiliki fungsi lain selain bersandarnya kapal-kapal, dermaga ini biasa digunakan sebagai tempat menjemur makanan oleh masyarakat sekitar.

Tebing Apparalang Loe

Tebing Apparalang Bulukumba terletak di Desa Ara, Kecamatan Bontobahari, Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan. Apparalang ini memiliki panorama pantai yang sangat indah dengan tebing-tebing yang curam dan batuan karang, sehingga dijuluki Raja Ampat versi Bulukumba.

Udara yang sejuk dan suasana yang tenang akan membuat teman-teman serasa di pantai pribadi karena memang Pantai Apparalang ini tak seramai dan sepopuler Tanjung Bira, namun hal itulah yang biasanya dicari para wisatawan yang menginginkan ketenangan saat berlibur maupun menginginkan berwisata di tempat yang tak mainstream.

Selain itu, di pantai ini teman-teman juga dapat melihat keindahan pantai di atas tebing sambil menikmati sejuknya angin yang berhembus. Teman-teman pun bisa melihat deburan ombak yang menghantam karang dan tebing atau merasakan jernihnya air pantai dengan turun langsung ke bawah tebing menggunakan anak tangga dari kayu yang sudah disediakan. Biasanya di sini juga sering dijadikan tempat memancing bagi penduduk lokal.

Permandian Alam Limbua
Permandian Limbua merupakan salahsatu obyek wisata yang ramai dikunjungi wisatawan, permandian yang terletak satu kilo dari Makam Datu Tiro ini juga berada diantara hutan yang rindang.

Tak hanya itu permandian Limbua menyatu dengan laut dan hanya dipisahkan oleh pohon kelapa. Air tawar dipermandian itu larut bersama dengan air laut, sehingga warga mempercayai kolam tersebut dapat menyembuhkan penyakit.

Tidak hanya itu, warga mempercayai jika kesaktian Dato Tiro, juga menyatu dalam permandian tersebut sehingga muncul anggapan bahwa dengan mandi dalam lokasi pemandian ini diyakini dapat menghilangkan semua penyakit kulit yang ada.

Selain keindahannya ada juga yang menarik berupa keberadaan sumur yang arah aliran airnya memanjang sampai ke laut yang berada di desa Hila-Hila, Kecamatan Bonto Tiro, permandia Limbua ini biasa dikunjungi setiap akhir pekan oleh masyarakat sekitar maupun wisatawan. Keunikan dari tempat ini ialah lokasinya yang berada di sekitar hutan, dan berhadapan langsung dengan Pantai Samboang.

Alika Waterpark
Alika waterpark merupakan permandian buatan yang terletak di Palampang, Kecamatan Rilau Ale, Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan. Permandian ini menyediakan dua buah kolam, satu kolam untuk orang dewasa dengan kedalaman berbeda-beda, dari pinggir kanan sedalam 150 Sentimeter, tengah 170 sentimeter, dan paling ujung kiri sedalam 250 Sentimeter.

Sedangkan di kolam anak-anak kedalamannya sekisar 50 sentimeter, sehingga pengunjung anak-anak yang diperbolehkan, minimal berumur 2 tahun, dan harus didampingi oleh orang tua atau kerabatnya. Pengunjung juga bakal dipandu oleh pekerjanya, memperlihatkan lokasi yang aman bagi perenang pemula, dan anak-anak. Selain kolam, permandian inijuga menyediakan tempat meluncur untuk sekedar menguji adrenalin.

Bakung-Bakung Sunrise
Bakung-bankung View Sunrise terletak di Dusun Bakung-bakung Desa Lembanna, Kecamatan Bontobahari atau sekitar 3 km dari Tebing Apparalang. Destinasi yang murni dikembangkan oleh pemuda Desa Lembanna ini menambah daerah tujuan di Kecamatan Bontobahari Kabupaten Bulukumba.

Sesuai dengan namanya, Bakung-bankung View Sunrise menawarkan spot terbaik untuk menikmati keindahan matahari terbit dari atas ketinggian. Bakung-bankung View Sunrise memiliki keunggulan tersendiri. Dimana anda bisa menikmati datangnya pagi sekaligus disuguhi pemandangan hamparan rimbun pohon hijau nan asri.

Perpaduan warna orange (matahari terbit), biru (hamparan laut) dan hijau (hamparan hutan) menambah sensasi saat berada di Bakung-bankung View Sunrise. Angin segar ketinggiaan juga memberikan hal yang berbeda ketika saat menikamati matahari terbit di pantai.

Disini juga telah tersedia sebuah tempat duduk yang dibangun pemuda setempat. Desainnya sangat unik, sehingga menambah sudut pandang anda untuk mengambil gambar. Bukan hanya pemandangan matahari terbit yang anda bisa nikmati. Tersedia juga jogging track, lapangan volly dan takraw untuk berolahraga di pagi hari maupun sore hari.

Puncak Pua Janggo
Puncak Pua Janggo merupakan puncak tertinggi di kawasan Tanjung Bira. Tak heran jika tempat ini sering jadi favorit anak muda untuk ber-selfie atau berfoto narsis. Panorama yang disuguhkan memang luar biasa indah dan memesona. Pepohonan hijau, perairan berwarna biru cerah, dan belaian angin sepoi-sepoi akan membuat rasa jenuh menjadi hilang hilang. Dari puncak ini teman-teman dapat pula menyaksikan keindahan garis pantai bira dan jejeran kapal-kapal veri dan kapal nelayan di pelabuhan Bira.

Pantai Marumasa
Pantai Marumasa merupakan sebuahpantai yang terletak di Darubiah, Kecamatan Bontobahari, Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan. Pantai ini menyuguhkan pemandangan yang sangat eksotik dengan keelokan pantainya terlihat dengan hamparan pasir putih di atas pantai yang luas dan memanjang. Udaranya pun sejuk dan teduh dengan keberadaan jejeran pepohonan kelapa yang tumbuh subur nan lebat. Kawasan Pantai Marumasa kian eksotik karena memiliki gugusan tebing cadas yang asyik dijadikan lokasi swafoto para pengunjung. Beberapa spot swafoto pun bisa dijumpai di atas tebing tersebut dengan latar lautan lepas di Teluk Bone.

Gua Passea
Situs purbakala Gua Passea ini terletak di Desa Lembanna kecamatan Bonto Bahari sekitar 150 km dari kota makassar. Gua yang terletak di tengah kebun warga yang ditumbuhi semak belukar ini tersembunyi dari mereka yang baru pertama kali akan ke lokasi, satu petunjuk besar akan letak gua ini adalah pohon besar yang tumbuh menjulang tinggi ke langit dan pada batangnya mulut gua berada.

Gua Passea dalam bahasa lokal yang memiliki arti “Penderitaan” ini merupakan Gua yang memiliki nilai sejarah yang sangat panjang bagi warga desa Ara. Menurut budayawan Drs.Muhannis yang lahir di Desa letak Gua tersebut mengatakan jika Gua Passea telah dihuni sejak abad 4 atau 8 abad SM.

Gua yang memiliki panjang 59 meter ini bertipe gua horisotal dengan lantai gua yang cukup rata dengan stalagtit dan stalagmit yang masih terus bertumbuh, tapi disayangkan karena tangan-tangan yang tidak bertanggung jawab dan kurangnya perhatian sehingga banyak stalagtit dan stalagmit yang rusak parah. Jika berpacuh pada pertumbuhan rata-rata stalagtit 0,13 mm setiap tahunnya maka bisa dipastikan keberadaan gua tersebut sudah ada sejak ratusan ribuh tahun yang lalu dengan adanya stalagtit dan stalagmit yang telah menyatu dan membentuk pilar gua yang cukup tinggi dan besar.

Di dalam gua passea terdapat tiga buah peti mati yang terbuat dari kayu dengan panjang peti mati sekitar 2 meter dan lebar sekitar 0,5 meter dan tergeletak begitu saja di lantai gua dengan kerangka manusia yang sudah cerai berai, sebelumnya Peti mati tersebut jumlahnya puluhan dan tergantung di langit-langit gua, namun gua Passea tidak luput dari pengerusakan banyak situs-situs di sulawesi oleh gerombolan DI/TII pada tahun 1960-an. Selain itu, peti mati ini jumlahnya tersisa tiga buah karena orang-orang yang tidak bertanggung jawab menjualnya kepada kolektor benda-benda prasejarah, dari salah satu situs mengatakan jika peti mati ini di jual kepada warga asing yang berkunjung ke Bulukumba. Selain itu kita akan menemukan pecahan gerabah dan penggalian yang tersebar hampir di setiap sudut gua.

Salah satu hal yang sangat menarik dari gua passea adalah adanya benang merah peradaban ribuan tahun yang telah hilang dan terlupakan di selatan Makassar ini dengan yang ada di Toraja yang tidak akan kita temukan di Kabupaten lain yang ada di Sulawesi. Yang mana menurut analisa terdapat kesamaan yang signifikan antara tata cara pemakaman jenasah dan bentuk peti mati yang ada di Toraja. Hal ini menandakan jikalau kebudayaan yang ada di Bulukumba dan Toraja dulunya sama dan tidak menutup kemungkinan antara Kabupaten Bulukumba dengan Kabupaten Toraja masih terdapat gua yang serupa yang mungkin belum ditemukan atau disembunyikan oleh warga setempat dikarenakan sifat masyarakat Sulawesi selatan yang biasanya menyembunyikan sesuatu hal yang mereka sakralkan.

Kebun Karet

Pemandangan hijau deretan pepohonan tanaman karet ternyata tidak kalah indah dengan deretan tanaman pohon pinus dan cemara. Kebun karet ini milik PT Lonsum yang berada di Desa Tibona, Kecamatan Bulukumpa, Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan. Dengan jarak sekitar 40 km dari Ibukota Kabupaten Bulukumba dan 150 km dari Kota Makassar dengan perjalanan darat, untuk sampai ke sana memakan waktu kurang lebih 4 jam.

Bulukumba sendiri memiliki tanaman pohon karet yang tersebar di beberapa Kecamatan yaitu Kecamatan Herlang, Kajang, Bulukumpa, dan Ujungloe. Walaupun kebun karet di Kabupaten Bulukumba fungsinya bukan untuk kawasan wisata, namun tidak sedikit yang mengabadikan momen dengan berfoto bahkan prawedding. Kita bebas berfoto di sekitar perkebunan karet tanpa dipungut biaya sepeserpun.

Pada kawasan kebun karet ini, selain dapat menikmati keindahan pohon karet yang berbaris rapi, akan banyak dijumpai bangunan peninggalan sejak jaman penjajahan Belanda seperti rumah-rumah milik bos kebun karet atau kediaman khusus untuk pimpinan atau manajer perusahaan karet. Bangunan peninggalan jaman Belanda itu bisa ditandai dengan area taman yang sangat luas.

Kita juga dapat melihat beberapa tempat penampungan getah karet, sesaat setelah ketika cairan getah karet dikumpulkan oleh para petani karet yang juga merupakan warga lokal yang kemudian nantinya akan diangkut oleh kendaraan khusus pengangkut cairan getah karet yang akan diolah di sebuah pabrik pengolahan karet mentah yang berada di Desa Allu, Kecamatan Ujung Loe.

Yang tidak kalah menarik, terdapat sebuah gerbong kereta pengangkut karet peninggalan jaman Belanda sejak tahun 1918 yang sudah tidak digunakan lagi dan sekarang menjadi pajangan di dekat lapangan tenis yang tidak jauh dari kediaman pimpinan perusahaan karet. Oleh para pemuda sekitar, gerbong tersebut sering dijadikan spot untuk berfoto. Sekedar tambahan informasi, 1918 merupakan tahun di mana perkebunan karet di daerah ini pertama kali dibuka.

Mesjid Islamic Center

Bintarore, Kecamatan Ujung Bulu, Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan.
Masjid Islamic Center Dato Tiro telah selesai dibangun pada tanggal 28 Juni 2014 kemudian secara langsung diresmikan oleh Bupati Bulukumba. Dalam acara peresmian masjid yang begitu megah tersebut dilakukan pada malam hari karena pada saat itu para muslim begitu antusias dan sangat banyak memenuhi sekaligus mengikuti shalat tarawih berjamaah. Shalat tarawih itu pula merupakan yang pertama kali dilaksanakan di Masjid ini yang dihadiri oleh sekitar lima ribu jamaah.

Selain arsitektur serta bangunan amsjidnya yang begitu megah dan juga menarik, bangunan masjid Islamic Center Dato Tiro juga memiliki suasana yang begitu adem dan sejuk. Karena lantai pada masjid tersebut berbahan lantai marmer yang sangat dingin ditambah dengan hembusan angin yang begitu menyebarkan berasal dari jendela besar yang berada di bagian kanan kiri masjid.

Dilihat dari segi bangunannya, masjid Islamic Center Dato Tiro memang terkesan begitu megah dengan desain yang begitu modern. Dari kejauhan saja bangunan masjid tersebut begitu menarik dan menyita perhatian siapapun yang melihatnya. Terutama pada bagian kubah masjid yang begitu besar ditambah dengan warna yang begitu terang dan mencolok.

Kubah masjid tersebut berwarna biru terang, biru muda serta ada juga tambahan warna putih di setiap garis geometrisnya. Secara keseluruhan bangunan masjid tersebut didominasi warna kuning dan biru yang begitu terang dan menarik. Sebelum memasukinya, para jamaah dan pengunjung akan melewati tangga dan setelah mengetahui bagian dalam masjid pun kemegahannya terasa begitu kental dengan berbagai hiasan kaligrafi serta ornamen yang begitu mempesona.

Taman Cekkeng
Taman Cekkeng Nursery yang terletak di samping pasar tradisional Cekkeng, kota Bulukumba ramai dikunjungi warga.Taman ini terletak di Jl Yos Sudarso, Kelurahan Terang-terang, Kecamatan Ujung Bulu, Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan (Sulsel). Selain tersedia taman untuk melepas lelah taman ini juga dilengkapi dengan taman baca dan arena bermain anak.

Kahayya Hills
Lurayya, Desa Kahayya, Kecamatan Kindang, Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan.
Kahayya merupakan daerah perbukitan atau anak gunung Bawakaraeng yang berbatasan langsung dengan dua Kabupaten yakni Sinjai dan Bantaeng. Berbeda dengan daerah perbukitan umumnya, Kahayya semakin memukau karena dibentengi oleh gugusan gunung dan bukit, hulu sungai balantieng, dan suhu udara yang menyejukkan.







Diberdayakan oleh Blogger.