Kabupaten Takalar merupakan sebuah kabupaten yang terbentuk pada tanggal 10 Februari 1960. Sebelumnya, Takalar sebagai Onder afdeling yang tergabung dalam daerah Swatantra Makassar bersama-sama dengan Onder afdeling Makassar, Gowa, Maros, Pangkajene Kepulauan dan Jeneponto.

Onder afdeling Takalar, membawahi beberapa district (adat gemen chap) yaitu: District Polombangkeng, District Galesong, District Topejawa, District Takalar, District Laikang, District Sanrobone. Setiap District diperintah oleh seorang Kepala Pemerintahan yang bergelar Karaeng, kecuali District Topejawa diperintah oleh Kepala Pemerintahan yang bergelar Lo’mo.

Takalar memiliki luas wilayah 566,51 km² dengan jumlah penduduk sebanyak ± 250.000 jiwa yang tersebar di sembilan kecamatan, yaitu Pattallassang, Polombangkeng Selatan, Polombangkeng Utara, Galesong, Galesong Selatan, Galesong Utara, Sanrobone, Mappakasunggu dan Manggarabombang.

Setelah terbentuknya Kabupaten Takalar, maka Districk Polombangkeng dijadikan 2 (dua) Kecamatan yaitu Kecamatan Polombangkeng Selatan dan Polombangkeng Utara, Districk Galesong dijadikan 2 (dua) Kecamatan yaitu Kecamatan Galesong Selatan dan Kecamatan Galesong Utara, Districk Topejawa, Districk Takalar, Districk Laikang dan Districk Sanrobone menjadi Kecamatan TOTALLASA (Singkatan dari Topejawa, Takalar, Laikang dan Sanrobone) yang selanjutnya berubah menjadi Kecamatan Mangarabombang dan Kecamatan Mappakasunggu.

Perkembangan selanjutnya berdasarkan Peraturan Daerah Nomor 7 Tahun 2001 terbentuk lagi sebuah Kecamatan yaitu Kecamatan Pattallassang (Kecamatan Ibu kota) dan terakhir dengan Perda Nomor 3 Tahun 2007 tanggal 27 April 2007 dan Perda Nomor 5 Tahun 2007 tanggal 27 April 2007, dua kecamatan baru terbentuk lagi yaitu Kecamatan Sanrobone (Pemekaran dari Kecamatan Mappakasunggu) dan Kecamatan Galesong (Pemekaran dari Kecamatan Galesong Selatan dan Kecamatan Galesong Utara). Sehingga dengan demikian sampai sekarang Kabupaten Takalar terdiri dari 9 (sembilan) buah Kecamatan.

Keadaan Geografi wilayah Kabupaten Takalar terdiri dari pantai, daratan dan perbukitan. Di bagian barat memiliki daerah pantai dan dataran rendah dengan kemiringan 0-3 derajat sedang ketinggian ruang bervariasi antara 0–25 m, dengan batuan penyusun geomorfologi dataran didominasi endapan alluvial, endapan rawa pantai, batu gamping, terumbu dan tufa serta beberapa tempat batuan lelehan basal.

Sebagian dari wilayah Kabupaten Takalar merupakan daerah pesisir pantai, yaitu sepanjang 74 kilometer meliputi Kecamatan Mangarabombang, Kecamatan Mappakasunggu, Kecamatan Sandro Bone, Kecamatan Galesong Selatan, Kecamatan Galesong Kota dan Kecamatan Galesong Utara. Kabupaten Takalar dilewati oleh 4 buah sungai,yaitu Sungai Jeneberang, Sungai Jenetallasa, Sungai Pamakkulu dan Sungai Jenemarrung. Pada keempat sungai tersebut telah dibuat bendungan untuk irigasi sawah seluas 13.183 Ha.

Apa saja sih yang menarik sehingga Takalar wajib di kunjungi jika menginjakkan kaki di tanah Sulawesi?

Perburuan Rusa

Takalar memiliki objek wisata perburuan rusa. Kegiatan perburuan rusa merupakan kegiatan langka dan hanya di Takalar bisa ditemukan kegiatan seperti ini. Kegiatan ini bisa ditemukan di desa Barugaya dan Ko'mara. Kegiatan ini sering dilakukan oleh para Bangsawan (Karaeng) pada hutan yang luasnya sekitar 2.000 Hektar. Setiap melakukan perburuan rusa, para Karaeng berkumpul di Baruga (Rumah Panggung) dan mempersiapkan perlengkapan berburu seperti pasukan berkuda, kentongan, dll. Dengan melihat kondisi alam yang masih alami seperti pegunungan, danau, dan hutan, maka selain berburu rusa para pengunjung dapat menikmati pemandangan alam, melakukan kegiatan memancing, memanjat tebing, dan berbagai kegiatan lainnya.

Wisata Lapris

Takalar memiliki objek wisata monumen Lapris. Monumen Lapris (Laskar Pemberontak Rakyat Sulawesi) yang dibangun di sebuah bukit didesa Bulukunyi. Destinasi ini sangat cocok dikunjungi oleh peneliti sejarah perjuangan bangsa dan para wisatawan karena pesona alam disekitar lokasi mendatangkan kesejukan tersendiri bagi pengunjung. Disamping itu, sekitar lokasi terdapat mata air yang dijadikan sebagai tempat permandian yang dikenal permandian alam saluka.

Wisata Topejawa

Takalar memiliki objek wisata Topejawa. Permandian Alam Topejawa memiliki panjang sekitar 800 meter banyak dikunjungi karena suasananya yang menyenangkan, serta panorama alamnya yang memukau dan mengagumkan.
Selain pemanfaatan sarana wisata. Pada lokasi permandian alam seperti balai-balai, baruga (rumah panggung), pelelangan ikan serta berbagai fasilitas lainnya. Pengunjung dapat melakukan berbagai aktivitas pantai seperti berenang, berjemur, olahraga pantai, membakar ikan segar, berlayar dengan perahu tradisional (balolang), dan aktivitas pantai lainnya.

Pulau Sanrobengi

Takalar memiliki objek wisata Pulau Sanrobengi. Sanrobengi adalah pulau kecil yang memiliki potensi sebagai pusat kunjungan, karena menawarkan pasir putih yang menawan, di pantai ini juga dapat dilakukan kegiatan-kegiatan laut seperti berenang, menyelam, berjemur, memancing, membakar ikan segar, dan berbagai kegiatan laut lainnya. Selain kegiatan laut, pulau Sanrobengi ditunjang oleh sarana pendukung TPI Di Desa Boddia, Kecamatan Galesong, dan dermaga lainnya.

Pulau Tanakeke

Takalar memiliki objek wisata Kepulauan Tanakeke. Kepulauan Tanakeke terdiri atas Pulau Tanakeke, Bauluang, Satanga, dan Dayang-dayangan menyimpan perpaduan objek wisata alam yaitu agrowisata, berburu/atraksi menangkap ikan, pantai dan penyelam. Pulau-pulau tersebut menyimpan keanekaragaman hayati yang unik, yaitu ikan Baronang, Biawasa, Kepiting Dato, dengan ukuran cangkangnya mencapai 25 cm, hutan bakau, padang lamun yang tumbuh di pasir putih, cocok untuk permandian alam jemur di pasir putih sambil menikmati hidangan khas bakar ikan laut, dan terumbu karangnya yang asri dan sangat cocok untuk menyelam.

Benteng Sanrobone

Takalar memiliki objek wisata Benteng Sanrobone. Benteng Sanrobone terbuat dari batu bata dan terbentuk perahu dengan panjang sekitar 3,7 km. Benteng tersebut mempunyai 7 pintu yaitu 4 pintu besar searah dengan mata angin dan 3 pintu kecil. Beberapa bukti sejarah di antaranya, Meriam dengan berat sekitar 150 kg, keris pusaka, dan makam Raja Sanrobone (kabbanga) Benteng ini menarik dikunjungi karena bernilai sejarah masa lalu mengenai keberadaan dan perjuangan Kerajaan Sanrobone di Sulawesi Selatan.

Taman Cinta Palleko

Takalar memiliki objek wisata Taman Cinta Palekko. Sebuah taman yang terletak di jalan poros dekat perbatasan Gowa tepatnya di Palleko, Polombangkeng Utara, Kabupaten Takalar. Taman ini kerap banyak di kunjungi oleh warga sekita untuk mengabadikan momen di sore hari sekaligus bersantai ria bersama sahabat atau kolega.

Pantai Bintang

Takalar memiliki objek wisata Pantai Bintang. Sebuah pantai yang menyuguhkan pemandangan sangat mempesona dilengkapi dengan beberapa kolam renang dan fasilitas lain yang akan memanjakan kehadiran para pengunjung. Pantai ini terletak di Jl.Karaeng Salamaka, Boddia, Galesong, Kabupaten Takalar.

Telaga Ko’mara

Takalar memiliki objek wisata Telaga Ko’mara. Sebuah telaga yang menawarkan seribu keindahan alam yang mempesona. Telaga ini terletak di Desa Ko’mara, Kecamatan Polongbangkeng ,Kabupaten Takalar.

Teluk Laikang

Takalar memiliki objek wisata Teluk Laikang. Sebuah teluk yang menawarkan keindahan yang sangat eksotik. Terletak di Laikang, Mangara Bombang, Kabupaten Takalar. Selain sebagai tempat bersantai, teluk ini banyak dikunjungi untuk sekedar mengabadikan momen.

Air Terjun Ko’mara

Takalar memiliki objek wisata Air Terjun Ko’Mara. Sebuah air terjun yang dapat memikat hati karena alirannya yang deras jatuh dari ketinggian dengan pesona alam sekitar yang masih alami. Air terjun ini terletak di Desa Ko’mara, Kecamatan Polobangkeng, Kabupaten Takalar.

Pantai Pokko

Takalar memiliki objek wisata Pantai Pokko. Sebuah pantai yang sangat mempesona dengan keindahan alam yang menawan. Di pantai ini pengunjung dapat menyaksikan secara langsung sunset dan sunrise dari garis pantai. Pantai ini terletak di Mappakasunggu, Kabupaten Takalar.

PPLH Puntondo

Takalar memiliki objek wisata PPLH Puntondo. Sebuah wisata lingkungan yang menyediakan beragam mangrove dengan fasilitas lengkap berupa tempat pertemuan, penginapan, dan berbagai fasilitas belajar tentang lingkungan pesisir. Destinasi ini terletak di Puntondo, Desa Laikang, Kecamatan Mangarabombang, Kabupaten Takalar.

Pantai Punaga

Takalar memiliki objek wisata Pantai Punaga. Sebuah pantai yang menawarkan view menarik dengan keindahan alam berupa tebing-tebing batu yang menjulur ke laut. Meskipun pantai ini tidak menyajikan pasir di bibir pantai tetap indah dan mengagumkan. Pantai ini juga kerap dijadikan sebagai objek shooting beberapa film lokal. Pantai ini terletak di Punaga, Kecamatan Mangara Bombang, Kabupaten Takalar.

Pantai Sampulungan

Takalar memiliki objek wisata Pantai Sampulungan. Pantai ini menawarkan berjuta keindahan dengan fasilitas kolam renang serta gasebo-gasebo yang sangat pas untuk jadi tempat bersantai. Pantai ini tak hanya baik dikunjungi di pagi hari namun pantai ini pun sangat baik dikunjungi di sore hari agar dapat menyaksikan momen sunset dari bibir pantai. Pantai ini terletak di JL. Sampulungan, Bulukunyi, Polombangkeng Sel., Kabupaten Takalar.

Taman Wisata Rita

Takalar memiliki objek wisata Taman Wisata Rita. Sebuah taman wisata yang kerab dikunjungi oleh para wisatawan untuk berendam di kolam dengan airnya yang sangat jernih. Taman wisata ini tidak hanya menyediakan fasilitas kolam namun beberapa fasilitas penunjang pun tersedia yang siap memanjangan kehadiran pengunjung. Taman wisata ini terletak di Dusun Rita, Bonto Kanang, Galesong Selatan, Kabupaten Takalar.

Takalar Beach Waterboom

Takalar memiliki objek wisata Beach Waterboom. Sebuah taman wisata yang menyediakan berbagai fasilitas berupa kolam renang serta dilengkapi dengan berbagai macam fasilitas bermain lainnya. Wisata ini terletak di Dusun Rita, Bonto Kanang, Galesong Selatan, Kabupaten Takalar.

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.