Akbarpost/Pantai Tete terletak di desa Bone Pute, Tonra, Bone, Sulawesi Selatan. Berjarak sekitar 60 km dari pusat kota. Pantai ini bisa diakses menggunakan transportasi umum menuju ke Desa Gareccing sekitar 56 kilometer, kemudian di tepi jalan sebelah kiri akan nampak sebuah papan petunjuk yang akan menuntun menuju ke pantai ini sejauh 4 kilometer. kondisi jalan berbukit namun sudah beraspal. Namun jika teman-teman tak mau repot, lebih baik menggunakan kendaraan pribadi.

Setelah sampai ke pantai ini, pastinya teman-teman akan berdecak kagum dengan keindahnnya. Seakan membawa teman-teman ke dalam cerita fiksi sebagai pemeran utama. Cie...Pulau ini memiliki keistimewaan dibanding pantai lain. Memiliki daratan yang seakan membelah lautan. Inilah yang membuat teman-teman seakan berada dalam dunia fiksi, karena memang ternyata ada. Pantai yang berparas ayu ini juga kadang disebut Pantai Bone Pute mengikuti nama wilayah letaknya.
Di balik keunikan pantai ini, teman-teman harus tetap waspada membaca situasi pasang surut air laut. Menurut informasi warga sekitar, sudah banyak korban tenggelam di jalan pasir tersebut, itu karena kelalaian mereka yang tidak memperkirakan kapan air laut akan pasang. Saat berada di Pulau Bulu’ Betta’ mereka tidak sadar bahwa air laut sudah pasang sehingga jalan penghubung antara pulau dan pantai mulai tertutup air laut, akhirnya mereka hanya mampu menerka jalur jalan pasir yang berkelok-kelok. Korban yang tenggelam karena kemungkinan mereka menempuh jalur yang salah, bagian laut dalam yang dianggap bagian dari jalan pasir.

Konon katanya, pantai ini pernah digunakan sebagai tempat mediasi antara pemberonta DI/TII dengan TNI sekitar tahun 60an. Yang unik dari pantai ini adalah adanya sebuah jalan yang membelah lautan sepanjang kurang lebih 1 KM menuju ke sebuah pulau di sebelah timur pantai menuju Pulau Bulu Betta. Jalan yang terbentuk dari proses sedimentasi pasir akibat pertemuan arus air laut ini hanya bisa kita lihat saat laut sedang surut. Lebarnya bervariasi antara 3 meter sampai 5 meter, sehingga kadang ada pengunjung yang menyeberangkan kendaraan roda empat ke Pulau Bulu Betta.

Sebenarnya pantai ini adalah kawasan camp pelatihan bagi prajurit Angkatan Darat, di bulan-bulan tertentu akan tetapi. Di luar masa pelatihan, kerap ramai di kunjungi oleh para wisatawan untuk sekedar menghabiskan hari libur.


Soal fasilitas jangan khawatir karena di kawasan pantai ini sudah tersedia berbagai macam fasilitas yang akan semakin memanjakan kehadiran teman-teman seperti kamar mandi dan ruang ganti, selain itu terdapat juga barak-barak prajurit yang difungsikan saat masa pelatihan. Bukan hanya sebatas tentang lokasi pelatihan prajurit namun pantai ini juga menyimpan nilai sejarah.

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.