Nasu Palekko
Cerita tentang kuliner tak akan pernah ada habisnya. Berbagai macam kuliner dengan ciri dan rasa yang khas membuat daerah kita kaya akan kearifan lokal. Teman-teman pernah dengar nggak tentang kuliner yang jika di makan akan membuat telinga dan bibir kita memerah seakan menari-nari karena rasanya yang sangat pedas. Namanya, Nasu Palekko

Kuliner ini berasal dari dua daerah yang bertetangga yakni kabupaten Pinrang dan Kabupaten Sidrap, jika penulis ditanya tentang yang mana diantara kedua daerah ini yang pertama kali membuat atau memperkenalkan, maka penulis pun tak bisa menjawab. Karena berbagai referensi yang pernah dibaca, tak ada satu pun yang bisa menyebutkan secara spesifik tentang keduanya.namun menurut beberapa pengakuan dari masyarakat, banyak yang mengakui bahwa kuliner yang satu ini berasal dari kabupaten Pinrang.

Hal ini pun didukung dengan adanya beberapa cerita yang konon katanya kuliner ini hanya berawal dari kebiasaan petani mengolah itik di sawah untuk santapan setelah bertani di siang hari. Karena keterbatasan alat dan bahan yang tersedia sehingga mereka mengolahnya dengan cara yang sangat sederhana. Alat berupa kuali dari tanah atau Palekko yang berarti wajan yang terbuat dari tanah, serta bahan yang terbatas hanya berupa garam, caberawit, bawang merah, vitsin, dan asam. membuat santapan yang dimasak sederhana namun rasanya sangat menggugah serta rasanya yang super pedas, bisa membuat seluruh badan teman-teman bergetar dan memerah jika memakannya.

Nasu Palekko
Namun, seiring perkembangan zaman, Kuliner ini sudah melanglangbuana ke kabupaten lain di Sulawesi Selatan dan telah mengalami perkembangan dari segi alat maupun bahan. Kini, bukan hanya kuali atau Palekko yang bisa digunakan namun biasa digantikan dengan alat lain seperi panci atau wajan. Tergantung alat yang mana yang tersedia di rumah si tukang masak. Selain itu, bahannya pun sudah mulai bertambah seperti cabai, bawang merah, bawang putih, jahe, sereh , garam, bumbu rempah-rempah lain serta cuka. Cuka dan bawang putih atau jeruk nipis biasanya digunakan untuk menghilangkan bau amis pada daging. Bahan yang digunakan tergantung lidah para penikmatnya.

Cara pembuatan kuliner ini terbilang mudah dan hampir diseluruh kabupaten memiliki cara masak yang hampir sama. Yang membedakan yah seperti yang saya sebutkan tadi diatas teman, dari segi bahannya. Kalau bahannya banyak otomatis proses masaknya pun akan lama hehe.

Pertama, mencincang itik atau memotong kecil-kecil, sedangkan kulitnya jangan dibuang karena bisa ditumis sehingga mengeluarkan minyak yang bisa dipakai untuk menumis bumbunya. Baiknya kulit ini setelah digoreng dengan menggunakan lemaknya sendiri ditiriskan,kemudian sisa minyaknya dipakai untuk bumbu.

Kedua, Bumbu yang telah disediakan seperti bawang merah, merica, garam, cabai merah dihaluskan, sebenarnya lebih enak tak pakai bawang putih sebab menimbulkan bau yang kurang enak tapi jika mau bisa juga dimasukkan kedalamnya. Sekali lagi saya tekankan bahwa bumbunya tergantung lidah sipenikmat hehe. Bisa kok di tambah bumbu lain, atau mungkin dikurangi.

Ketiga, asam jawa di hancurkan dengan sedikit air, kemudian itik di campur dengannya. asam ini berfungsi sebagai penghilang bau amis juga sebagai pemberi rasa asam pada itik. Keempat,Tumis bumbu yang sudah dihaluskan tadi dengan minyak dari lemak yang dihasilkan kulit itik, sebentar saja yah! Kemudian masukkan itik yang telah bercampur dengan cuka di dalamnya. Kelima, tambahkan air, aduk sampai rata, jangan lupa tambahkan cabe, tambahkan lagi, tambahkan lagi dan tambahkan lagi, makin pedas makin mantap (sesuai dengan selera). Keenam, masak hingga bumbunya meresap dan mengering. Tiriskan dan hidangkan dengan nasi panas.

Untuk menghadirkan rasa gurih dari bebek muda ini, proses memasak sebaiknya tidak terlalu lama. Karena hal itu akan menghilangkan rasa gurih dan bebek muda serta menjadikan daging bebek akan terasa lengket ketika dikonsumsi.

Selain lezat dan gurihnya, ternyata kuliner yang satu ini sangat baik untuk kesehatan loh karena kaya akan zat gizi. Daging itik ini mampu memenuhi 47% protein setiap seratus gramnya dari kebutuhan normal protein tubuh, mengandung omega 6 dan omega 3 yang baik untuk perkembangan otak khususnya bagi balita dan anak-anak, serta kaya akan mikronutrien seperti vitamin dan mineral.
Nasu Palekko
Saat sekarang  kuliner ini sudah menjadi tren masakini yang bukan lagi identik dengan alat masaknya namun lebih menonjol ke rasa pedas yang dimiliki. Sehingga jangan heran jika teman-teman mendengar Nasu Palekko’ menjadi istilah keren dikalangan pemuda khususnya mahasiswa.

Namun jika ingin menikmati dan mencicipi rasa asli dari kuliner ini maka cobalah untuk berkunjung ke daerah asalnya yakni Pinrang dan Sidrap.

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.