Danau Towuti terletak di Luwu Timur, Sulawesi Selatan merupakan salah satu danau purba di dunia dengan umur mencapai jutaan tahun. Danau ini merupakan danau tertua ke dua di antara empat danau lainnya yang membentuk sistem Danau Malili(Towuti, Mahalona, Lontoa dan Masapi). Umur danau diperkirakan berkisar antara 1-4 juta tahun yang lalu. Berdasarkan analisa karakteristik endapan, danau ini terbentuk dari patahan (strike-slip fault) akibat aktivitas tektonik yang terjadi pada masa Pleosen.

Para peneliti dari Institut Teknologi Bandung (ITB), Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), dan Brown University sepakat menyatakan bahwa danau danau ini merupakan Danau Purba tertua di Indonesia. Bahkan jauh lebih tua dari danau Toba di Sumatera Utara. Hasil riset para peneliti tersebut juga mengungkap bahwa danau ini menyimpan "buku sejarah" iklim terlengkap di Indonesia. "Buku sejarah" ini berupa lapisan-lapisan sedimen yang berada di dasarnya. "Buku sejarah iklim ini adalah yang paling tebal di Indonesia dan paling rapi," Satria Bijaksana", pakar geologi dari Institut Teknologi Bandung (ITB) Riset mengungkap bahwa sedimen di dasar salah satu danau tertua itu mencapai ketebalan 300 meter. Diprediksi, sedimen tersebut menyimpan sejarah iklim hingga masa 700.000 tahun lalu.
Antara 16.000 - 33.000 ribu tahun lalu, danau itu ternyata dikelilingi oleh grassland, hingga saat ini. Danau ini ternyata dikelilingi oleh hutan hujan serta menunjukkan fakta adanya perubahan iklim pada masa lalu. Para Geolog juga menemukan lapisan abu vulkanik. Ini memberi petunjuk adanya letusan gunung masa lalu. "Dengan lapisan yang cukup tebal, ada dua kemungkinan yang terjadi, mungkin mega eruption atau gunungnya ada di dekat danau."

Danau ini memiliki 6 spesies kerang (Tylomelania), 3 spesies kepiting (Gecarcinucidae), 6 spesies udang dan 10 spesies ikan bersirip tajam (Thelmaterinidae) Salah satu spesies yang menarik adalah ikan butini (Glossogobius matanensis) yang hidup di dasar danau. Ikan Opudi (Telmatherina celebensis) termasuk salah satu ikan hias yang diperdagangkan baik dalam negeri maupu luar negeri. Nama dagang ikan ini adalah Celebes Rainbow Fish atau Celebes Sail Fish dan merupakan salah satu tempat habitat buaya terbesar di Indonesia.
Danau ini juga menawarkan berbagai keindahan yang menawan diantaranya, air tawar di dalamnya sangat jernih. Selain itu, dengan menggunakan speedboat atau perahu ketinting teman-teman dapat menikmati pinggiran danau dengan vegetasi yang menarik seperti Nepenthes spp yang bergelantungan di tepian danau, banyak jenis anggrek epifit di pepohonan, dan pohon Macadamia hildebrandi yang endemik Sulawesi. Keunikan danau ini karena ekosistem dan keragaman hayati yang sangat endemis, hal inilah yang membuat danau ini masuk dalam kategori Global Ecoregions oleh World Wide Fund for Nature.
Dari danau ini juga, teman-teman bisa melakukan perjalanan ke Pulau Bolong, Pulau Kembar dan Pulau Loeha dengan jarak tempuh satu sampai 2 jam menggunakan speedboat. Makanya tunggu apalagi, buruan datang kesini biar teman-teman bisa mendapatkan informasi lebih lengkap mengenai kearifal lokal dari danau yang satu ini. untuk biaya, maaf lagi-lagi tidak cukup hanya dengan segelas kopi dari warung tetangga. Siapkan saja sekitar Rp.500.000- 700.000 itu sudah termasuk transpor.

Sumber : Wikipedia

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.