Syarat dan Cara Pinjaman Online Pakai BPJS Ketenagakerjaan untuk KPR

Akbarpost.com – Banyak yang bertanya-tanya apakah BPJS bisa digunakan untuk mengajukan pinjaman. Jawabannya bisa, namun khusus BPJS Ketenagakerjaan saja, sedangkan BPJS lain tentu tidak bisa. Tidak hanya program Jaminan Hari Tua saja, tetapi juga pinjaman online pakai BPJS untuk kredit pemilikan rumah.

Dengan memanfaatkan BPJS Ketenagakerjaan sebagai jaminan untuk pengajuan KPR tentunya akan jadi lebih mudah. Ini dikarenakan pihak penyalur akan melihat keaktifan sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan tersebut. Dari segi suku bunga pinjaman pun jadi bisa dikatakan lebih ringan.

Detail Program Kredit Pemilikan Rumah BPJS Ketenagakerjaan

Bagi pemohon yang ingin mengajukan kredit rumah bisa bekerja sama dengan Bank Mandiri, BTN, BRI, BJB, dan BNI. Program KPR ini bisa untuk rumah non subsidi dan subsidi, jadi bisa disesuaikan dengan kebutuhan pemohon dengan detail sebagai berikut.

  • Non Subsidi. Pemohon nantinya harus DP sebesar 5% dari harga rumah yang akan dibeli. Contohnya jika rumah yang diinginkan dihargai 700 juta, maka DP-nya adalah 35 juta.
  • Subsidi. Sedangkan untuk KPR subsidi, pemohon hanya perlu membayarkan DP sebesar 1% dari keseluruhan kredit. Misalnya harga rumah incaran 200 juta, DP yang dibayarkan cukup 2 juta saja.

Syarat Mendapatkan KPR Pakai BPJS Ketenagakerjaan

Untuk syarat yang dibutuhkan ketika ingin mengajukan KPR dengan BPJS Ketenagakerjaan pun tidak sulit. Ini dikarenakan sudah diatur dalam Permenaker No. 17 Tahun 2021. Berikut syarat-syarat apa saja yang perlu dilengkapi jika ingin KPR.

  • Minimal terdaftar 1 tahun sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan.
  • Perusahaan dimana tempat bekerja peserta selalu tertib dalam urusan administrasi pembayaran.
  • Belum mempunyai rumah, dimana dibuktikan lewat surat pernyataan dengan materai dari peserta.
  • Peserta BPJS Ketenagakerjaan aktif dalam membayarkan iuran.
  • Mendapatkan persetujuan dari BPJS Ketenagakerjaan.
  • Jika suami istri merupakan peserta BPJS Ketenagakerjaan, maka yang berhak mengajukan KPR hanya satu orang saja. Boleh istri atau suami saja.
  • Peserta BPJS Ketenagakerjaan hanya bisa mengajukan KPR satu kali saja.
  • Jumlah besaran KPR yang dapat diberikan maksimal 500 juta.
  • Peserta dapat mengalihkan KPR komersial atau umum ke MLT lewat bank penyalur. Namun dipastikan memenuhi syarat-syarat yang ada.
  • Suku bunga peserta KPR paling tinggi 5% dan suku bunga deposito paling tinggi 2%.
  • Adanya surat perjanjian kerja sama kedua belah pihak terkait, yakni BPJS Ketenagakerjaan dan bank penyalur. Dimana surat perjanjian tersebut berisi besaran KPR dan pengalihan KPR.

Cara Mengajukan Kredit Pemilikan Rumah Lewat BPJS Ketenagakerjaan

Apabila syarat-syarat diatas sudah dipenuhi maka selanjutnya adalah cara pinjaman online pakai BPJS ketenagakerjaan untuk kredit rumah. Langkah-langkah yang harus dilalui oleh peserta pun tidaklah sulit, simak di bawah ini.

  • Peserta menghubungi atau mendatangi kantor cabang bank penyalur dan mengajukan program KPR.
  • Nantinya pemohon akan diminta untuk melengkapi syarat-syarat yang dari bank penyalur dan ditambahkan kartu BPJS Ketenagakerjaan.
  • Kemudian dari segi kelayakan kredit pemohon akan dicek terlebih dahulu oleh bank penyalur untuk proses verifikasi.
  • Setelah proses verifikasi selesai dan pemohon layak mendapatkan KPR, bank penyalur akan meminta persetujuan dari BPJS Ketenagakerjaan. Ini dilakukan supaya pemohon nantinya mendapatkan subsidi bunga.
  • Selanjutnya BPJS Ketenagakerjaan akan memberikan persetujuan. Nantinya pihak bank penyalur yang akan menindaklanjuti sesuai peraturan yang ada.

Demikianlah pembahasan mengenai pinjaman online pakai BPJS Ketenagakerjaan untuk kredit rumah. Selain untuk kredit rumah, BPJS Ketenagakerjaan juga bisa untuk Pinjaman Uang Muka Perumahan dan Pinjaman Renovasi Rumah, serta Kredit Konstruksi.